Surprise
A short Story
By Wigar & Ramd
A short Story
By Wigar & Ramd
Tahun kemarin gue gagal
memberikan surprise anniversary untuk sang pacar. Pacar gue yang bernama Cindy
saat itu sedang tidak ada dirumah sehingga persiapan yang sudah matang jadi
sia-sia. Padahal gue sudah minta teman-teman untuk membantu membuat surprise yang
spesial. Tapi malam ini tidak akan sama seperti tahun kemarin. Kali ini gue
sudah mempersiapkan kejutan yang lebih lebih spesial untuknya.
“Dre, Ver, lu berdua sudah siap kan?”
“Sudah bos, tinggal eksekusi aja.” Andre dengan suara lantang sambil memperlihatkan senyum khasnya ke arahku.
“Oke lah, Btw lihat kedepan nyet! Jangan sampe nabrak!”
“Eett sah!” Andre banting setir hampir nabrak pohon.
Malam ini gue dibantu sama Andre
dan Vera. Andre adalah teman baik gue sejak jaman jahiliah, alias sohib dari
jaman smp! Vera juga sohib dari smp dia ini temen baik pacar gue yang dulu
bantuin gue jadian ama Cindy. Cuma mereka berdua yang mau membantu gue.
Soalnnya gue gak terlalu bisa bikin rencana yang bagus. Tapi sohib-sohib gue
ini kayaknya terharu dengan style memelas gue. Alhasil mereka setuju membantu
gue malam ini. Kami sudah bikin rencana agar anniversary gue malam ini berjalan
lancar.
Andre markirin mobil di depan
rumah gue kemudian gue dan Vera bersiap memasak buat bikin beberapa makanan
buat surprise si Cindy.
“Gue yakin banget, kejutan gue kali ini pasti berhasil!”
“Btw Jo, Gue harus berangkat sekarang
nih??”
“Yes, of course! Lu langsung ke rumah Cindy terus bilangin gue lagi
sakit. Pasti dia akan ke tempat gue. Lu antarin dia kesini.”
“Oke Jo, gue cabut sekarang kalau gitu.”
Setelah Andre berangkat untuk
menjemput Cindy, Gue dan Vera memasak di dapur rumah gue. Kenyataannya gue gak
terlalu bisa memasak sih tapi disinilah kenapa ada Vera. Chef kita ini sangat
pintar dalam hal memasak.
“Eh hadiahnya sudah di kadoin Ver?”
“Belum Jo, yang ini kan hadiahnya ya? Gue aja yang kadoin.”
“Makasih Ver, Gue mau ambil minuman di kulkas dulu, lu mau apa?”
“Guinn*ess aja Jo.”
“Got it.”
Kami ngedekor ruang dapur dan meja
makan sedemikian rupa. Gue ngedesain ruangan di dapur meja makan ini dengan
balon dan pita. Vera juga nempelin tulisan ‘Happy Anniversary’ kemudian
ngegantunginya dilangit-langit atas meja makan. Oh gak lupa gue siapin lilin di
tengah meja makan biar kelihatan lebih romantis.
Setalah selesai semunya tiba-tiba
hp gue bergetar tanda si Andre udah hampir sampai kerumah gue. Gue pun
melanjutkan persiapan surprise kami menuju ruang tamu. Gue duduk di sofa sambil
melihat jam, mungkin sekitar 5 menitan lagi. Wah gue makin deg deg an!
“Ver lu udah siap?”
“Iya Jo.” Vera kemudian mendekat kearah gue.
Saat itu juga Vera mengecup bibir
gue. Gue ngerasain sensasi halus bibirnya dan kemudian lidah nya masuk kedalam
mulut gue bermain dengan lihainya. Vera kali itu sangat sensual dan sambil
memeluk meminta lebih. Gue juga tidak mau kalah dan memasukkan lidah gue ke
mulutnya. Ciuman semakin memanas Vera menarik-narik lidah gue. Gue bergelut di
sofa dan dengusan nafas vera membuat situasi menjadi lebih panas dari
sebelumnya. Namun tiba-tiba.
“JONATHAN!!!”
Gue kaget dan segera melihat ke
arah pintu masuk. Disana berdiri pacar gue Cindy. Gue lihat dia kayaknya dia
menangis. Gue perlahan berjalan kearahnya meninggalkan Vera yang sedang lunglai
disofa. Gue ingin menjelaskan kalau tadi cuma surprise buat anniversy. Cindy
tidak berbicara apa-apa lagi dan matanyanya yang mengalirkan air mata tertutup
poni rambutnya sehingga Gue gak bisa lihat jelas wajahnya. Gue jadi khawatir banget,
apa tadi terlalu berlebihan?. Belum sempat gue menjelaskan pada Cindy tiba-tiba
pipi gue mendapatkan tamparan yang sangat keras.
PLAAAKK!
“AKU KECEWA JONATHAN!!” Cindy beranjak pergi.
Terdiam dengan apa yang telah
terjadi gue sedikit shock dan tiba-tiba sadar Cindy telah pergi. Gue segera
mengejar keluar dan mendapati Cindy sudah masuk ke Taxi dan pergi meninggalkan
malam anniversary ini.
Besoknya gue ditelpon orang tua
Cindy. Kata mereka Cindy belum pulang sejak kemarin malam. Gue jadi sangat
khawatir dan menelepon semua teman-temannya menanyakan kalau saja Cindy
menginap ditempat mereka. Akhirnya kekhawatiran gue semakin menjadi-jadi, sohib
gue Andre dan Vera juga membantu mencari kemana Cindy pergi setelah malam
anniversary itu.
Dua hari setelahnya pun Cindy
belum pulang kerumahnya. Gue dan Andre berkeliling kota ke tempat biasanya
Cindy berada namun tetap tidak bisa menemukan dia. Tubuh gue melemah memikirkan
hal ini, Andre cuma bisa bilang sabar untuk menenangkanku. Lelah berkeliling
kota akhirnya gue dan Andre balik ke rumah gue.
Gue berkumpul dirumah dengan
Andre dan Vera. Kami diam seribu bahasa tidak ada yang berani mengeluarkan
suaranya. Sudah jelas kami semua sangat khawatir sehingga diruangan ini cuma
suara jam dinding yang berdetik kencang. Tiba-tiba Hp Vera berbunyi tanda ada
panggilan. Gue Cuma mengiyakan supaya Vera mengangkat telponnya.
“Ya halo--? Haahh???!! Guys! Nyalakan TV sekarang!”
Pinta si Vera dengan wajah
serius. Gue langsung mengambil remot tv dan menyalakannya. Di channel berita
gue dan para sohib gue terkejut melihat berita yang ditayangkan.
‘Telah ditemukan
seorang wanita tewas di kamar sebuah hotel’
‘Wanita ini diketahui telah meninggal karena kehabisan darah setelah menyayat pergelangan tangannya sendiri’
‘Wanita ini diketahui telah meninggal karena kehabisan darah setelah menyayat pergelangan tangannya sendiri’
‘Identitas wanita ini adalah Cindy Putrianti’
Gue terdiam mendengar berita itu. Perlahan gue mundur dan terduduk disofa. Air mata tiba-tiba menetes dari mata gue. Andre dan Vera juga shock akan berita itu mereka pun terlihat menangis. Hati gue saat itu tidak bisa tergambarkan, perasaan yang begitu berkecamuk. Gue serasa ingin berteriak, perasaan ini sudah tidak terbendung sejak beberapa hari yang lalu. Tidak tahan lagi maka dengan satu hembusan gue berteriak!
“YESS!!! RENCANA GUE BERHASIL!!!”
Kami berpelukan merayakan
berhasilnya rencana surprise yang telah kami jalankan malam itu. Kami bertiga
sangat senang!! Berhari-hari gue sangat khawatir kalau-kalau rencana surprise gue gagal.
Akhirnya gue merasa lega malam ini. Gue mencium Vera, hari ini adalah hari yang
menggembirakan! Khususnya bagi aku dan Vera. Akhirnya cinta gue dan Vera bisa
bersatu.
-Happy End-
18 Februari 2016
Wigar - wigarwijaya@gmail.com
Ramd - wahyu.rama21@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar