Kamis, 18 Februari 2016

Surprise



Surprise
A short Story
By Wigar & Ramd


Tahun kemarin gue gagal memberikan surprise anniversary untuk sang pacar. Pacar gue yang bernama Cindy saat itu sedang tidak ada dirumah sehingga persiapan yang sudah matang jadi sia-sia. Padahal gue sudah minta teman-teman untuk membantu membuat surprise yang spesial. Tapi malam ini tidak akan sama seperti tahun kemarin. Kali ini gue sudah mempersiapkan kejutan yang lebih lebih spesial untuknya.


“Dre, Ver, lu berdua sudah siap kan?”
“Sudah bos, tinggal eksekusi aja.” Andre dengan suara lantang sambil memperlihatkan senyum khasnya ke arahku.
“Oke lah, Btw lihat kedepan nyet! Jangan sampe nabrak!”
“Eett sah!” Andre banting setir hampir nabrak pohon.

Malam ini gue dibantu sama Andre dan Vera. Andre adalah teman baik gue sejak jaman jahiliah, alias sohib dari jaman smp! Vera juga sohib dari smp dia ini temen baik pacar gue yang dulu bantuin gue jadian ama Cindy. Cuma mereka berdua yang mau membantu gue. Soalnnya gue gak terlalu bisa bikin rencana yang bagus. Tapi sohib-sohib gue ini kayaknya terharu dengan style memelas gue. Alhasil mereka setuju membantu gue malam ini. Kami sudah bikin rencana agar anniversary gue malam ini berjalan lancar.

Andre markirin mobil di depan rumah gue kemudian gue dan Vera bersiap memasak buat bikin beberapa makanan buat surprise si Cindy.

“Gue yakin banget, kejutan gue kali ini pasti berhasil!”
“Btw Jo, Gue harus berangkat sekarang  nih??”
“Yes, of course! Lu langsung ke rumah Cindy terus bilangin gue lagi sakit. Pasti dia akan ke tempat gue. Lu antarin dia kesini.”
“Oke Jo, gue cabut sekarang kalau gitu.”

Setelah Andre berangkat untuk menjemput Cindy, Gue dan Vera memasak di dapur rumah gue. Kenyataannya gue gak terlalu bisa memasak sih tapi disinilah kenapa ada Vera. Chef kita ini sangat pintar dalam hal memasak.

“Eh hadiahnya sudah di kadoin Ver?”
“Belum Jo, yang ini kan hadiahnya ya? Gue aja yang kadoin.”
“Makasih Ver, Gue mau ambil minuman di kulkas dulu, lu mau apa?”
“Guinn*ess aja Jo.”
“Got it.”

Kami ngedekor ruang dapur dan meja makan sedemikian rupa. Gue ngedesain ruangan di dapur meja makan ini dengan balon dan pita. Vera juga nempelin tulisan ‘Happy Anniversary’ kemudian ngegantunginya dilangit-langit atas meja makan. Oh gak lupa gue siapin lilin di tengah meja makan biar kelihatan lebih romantis.

Setalah selesai semunya tiba-tiba hp gue bergetar tanda si Andre udah hampir sampai kerumah gue. Gue pun melanjutkan persiapan surprise kami menuju ruang tamu. Gue duduk di sofa sambil melihat jam, mungkin sekitar 5 menitan lagi. Wah gue makin deg deg an!

“Ver lu udah siap?”
“Iya Jo.” Vera kemudian mendekat kearah gue.

Saat itu juga Vera mengecup bibir gue. Gue ngerasain sensasi halus bibirnya dan kemudian lidah nya masuk kedalam mulut gue bermain dengan lihainya. Vera kali itu sangat sensual dan sambil memeluk meminta lebih. Gue juga tidak mau kalah dan memasukkan lidah gue ke mulutnya. Ciuman semakin memanas Vera menarik-narik lidah gue. Gue bergelut di sofa dan dengusan nafas vera membuat situasi menjadi lebih panas dari sebelumnya. Namun tiba-tiba.

“JONATHAN!!!”

Gue kaget dan segera melihat ke arah pintu masuk. Disana berdiri pacar gue Cindy. Gue lihat dia kayaknya dia menangis. Gue perlahan berjalan kearahnya meninggalkan Vera yang sedang lunglai disofa. Gue ingin menjelaskan kalau tadi cuma surprise buat anniversy. Cindy tidak berbicara apa-apa lagi dan matanyanya yang mengalirkan air mata tertutup poni rambutnya sehingga Gue gak bisa lihat jelas wajahnya. Gue jadi khawatir banget, apa tadi terlalu berlebihan?. Belum sempat gue menjelaskan pada Cindy tiba-tiba pipi gue mendapatkan tamparan yang sangat keras.

PLAAAKK!

“AKU KECEWA JONATHAN!!” Cindy beranjak pergi.

Terdiam dengan apa yang telah terjadi gue sedikit shock dan tiba-tiba sadar Cindy telah pergi. Gue segera mengejar keluar dan mendapati Cindy sudah masuk ke Taxi dan pergi meninggalkan malam anniversary ini.

Besoknya gue ditelpon orang tua Cindy. Kata mereka Cindy belum pulang sejak kemarin malam. Gue jadi sangat khawatir dan menelepon semua teman-temannya menanyakan kalau saja Cindy menginap ditempat mereka. Akhirnya kekhawatiran gue semakin menjadi-jadi, sohib gue Andre dan Vera juga membantu mencari kemana Cindy pergi setelah malam anniversary itu.

Dua hari setelahnya pun Cindy belum pulang kerumahnya. Gue dan Andre berkeliling kota ke tempat biasanya Cindy berada namun tetap tidak bisa menemukan dia. Tubuh gue melemah memikirkan hal ini, Andre cuma bisa bilang sabar untuk menenangkanku. Lelah berkeliling kota akhirnya gue dan Andre balik ke rumah gue.

Gue berkumpul dirumah dengan Andre dan Vera. Kami diam seribu bahasa tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya. Sudah jelas kami semua sangat khawatir sehingga diruangan ini cuma suara jam dinding yang berdetik kencang. Tiba-tiba Hp Vera berbunyi tanda ada panggilan. Gue Cuma mengiyakan supaya Vera mengangkat telponnya.

“Ya halo--? Haahh???!! Guys! Nyalakan TV sekarang!”

Pinta si Vera dengan wajah serius. Gue langsung mengambil remot tv dan menyalakannya. Di channel berita gue dan para sohib gue terkejut melihat berita yang ditayangkan.

‘Telah ditemukan seorang wanita tewas di kamar sebuah hotel’
‘Wanita ini diketahui telah meninggal karena kehabisan darah setelah menyayat pergelangan tangannya sendiri’ 
‘Identitas wanita ini adalah Cindy Putrianti’


Gue terdiam mendengar berita itu. Perlahan gue mundur dan terduduk disofa. Air mata tiba-tiba menetes dari mata gue. Andre dan Vera juga shock akan berita itu mereka pun terlihat menangis. Hati gue saat itu tidak bisa tergambarkan, perasaan yang begitu berkecamuk. Gue serasa ingin berteriak, perasaan ini sudah tidak terbendung sejak beberapa hari yang lalu. Tidak tahan lagi maka dengan satu hembusan gue berteriak!

“YESS!!! RENCANA GUE BERHASIL!!!”

Kami berpelukan merayakan berhasilnya rencana surprise yang telah kami jalankan malam itu. Kami bertiga sangat senang!! Berhari-hari gue sangat khawatir  kalau-kalau rencana surprise gue gagal. Akhirnya gue merasa lega malam ini. Gue mencium Vera, hari ini adalah hari yang menggembirakan! Khususnya bagi aku dan Vera. Akhirnya cinta gue dan Vera bisa bersatu.

-Happy End-

18 Februari 2016
Wigar - wigarwijaya@gmail.com
Ramd - wahyu.rama21@gmail.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar