Aku Terlambat!
sebuah cerpen
By: Ramd
By: Ramd
Pagi yang syahdu tiba-tiba menjadi
berisik. Dari sebelah kamarku suara motor mesin lalu-lalang terdengar berisik
mengganggu. Yah mau gimana lagi, aku tinggal di jalan tusuk sate kota
metropolitan terbesar di negaraku. Hal ini selalu menggangguku setiap hari,
hidup di kota yang sangat sibuk dan suara bising dimana-mana. Tapi paling tidak
suara berisik tersebut telah berhasil membuatku beranjak dari tempat tidurku.
Kamar ini
penuh dengan barang titipan Andi. Dia adalah teman kuliah sekaligus sahabat
terbaikku. Andi menitipkan dua kardus berisi lembaran hvs tidak terpakai yang
kukira sebaiknya dibuang saja. Kardus ini membuat kamar 3x3 ku semakin sempit,
lain kali tidak akan kubiarkan dia menitipkan barang.
*knok knok
knok!
Terdengar
suara dari pintu kamar kos ku ini, sepertinya ada seseorang diluar. Aku
bergegas membuka pintu dan mendapati seorang laki-laki umur 30an memakai
setelan jas serba hitam.
“Kenapa telpon gak di angkat?!” tanya laki-laki tersebut sambil
mengkerutkan dahinya.
“Eh, maaf mas Farid, hp saya kemarin rusak
dan masih di tempat service” jawabku.
Mas farid
adalah senior di tempat kerja paruhku. Dia orang yang tidak terlalu bersahabat
apalagi dengan ku, orang yang selalu terlambat datang kerja. Dari ekspresinya
sekarang sepertinya aku bakal kena marah.
“kamu jangan main-main danganku ya!
Aku kemari bukan buat dengar alasanmu!!” bentak Farid.
“Paket nya sudah selesai?!” Aku mulai kepikiran tentang paket
yang kemarin baru kukirim.
“Paketnya sudah saya kirim mas” jawabku.
Setelah
mendengar penjelasanku akhirnya amarah Farid mereda. Kemudian dia mengeluarkan
sebuah kertas dan menulis sesuatu. “Ini
tugas mu selanjutnya, tiga hari dan hubungi aku” Farid memakai kacamata
hitamnya dan beranjak pergi. Dari lantai dua aku bisa lihat di bawah ada satu
orang lagi dengan setelan yang sama. Orang itu adalah Hendri, tinggi nya
sekitar 195cm dan postur tubuhnya bidang. Dikantor Hendri itu orang yang tidak banyak bicara. Bahkan Aku
pun tidak pernah bicara dengannya. Sudah jelas dia itu orang yang sangat pendiam.
---
Siang hari saatnya aku pergi kuliah. Langkah
kaki ku hari ini terasa sangat berat karena Prof. Angeline akan mengadakan
ujian praktek anastesi. Sebenarnya bukan masalah buatku tapi dikampus entah
kenapa aku selalu tidak sependapat dengan beliau. Di perjalananku menuju gedung fakultas kedokteran aku bertemu dengan
Mia.
“Hai Rudi”
“Halo Mia”
“hari ini ujian praktek rud, hari ini
siapa aja ya?”
“aku, Diana, Jess, dan kamu” jawabku singkat. “biasanya kalian ber-tiga kan ya?”
“iya sih, tapi si Diana kayaknya
absen lagi nih, bakal dicariin nanti dia haha” jawab Mia sambil sedikit menggerutu.
Mia ini menurutku seorang gadis yang cantik. Kulit putih, Rambut hitam lurus dan tinggi
sekitar 170 hampir sama dengan tinggiku. Mia orangnya bersahaja dan suka
bergaul. Dia juga mengambil major yang sama denganku Sp. Anastesi. Beberapa
pertemuan sebelumnya dia absen dan baru kelihatan sekarang. Mia, Jess, Diana biasanya
mereka selalu bertiga. Aku sering menyebut mereka trio metro. Setelah tahu kalau dia juga akan melakukan ujian
praktek hari ini dia mulai berdiskusi denganku. Siang itu aku juga bertemu
dengan Andi dan menyarankan agar membawa kembali barangnya yang dia tinggal di
kamar kos ku.
Usai ujian
praktek,
“Rudi, lagi-lagi kamu mengabaikan
keluhan pasien, Pasienmu tadi sangat ketakutan” Prof. Angeline sedang mengevaluasi
hasil ujian praktekku.
“kamu harus contoh Mia, she got
perfect score for this”
“saya sudah menjelaskan
akibat pembiusan sebelum operasi kepada pasien agar mereka tidak kaget” jawabku
“cara
memberi tahukannya from you to them tidak benar Rudy, learn more next time”
“….”
Aku tidak
membalas dan hanya diam mendengarkan lecture dari miss Angeline. Aku paham
kalau pembiusan anestesi itu susah dijelaskan kepada para pasien, mengingat banyaknya
efek samping pasca anestesi maupun pasca operasi jadi wajar pasien akan takut. Aku
tidak perlu berdebat dengan beliau disini dan memainkan peranku saja sebagai
murid yang sembrono.
Tapi
kenyataannya aku dan miss Angel itu sangat dekat. Miss Angel ini biarpun sudah
berusia akhir 30 an tetap terlihat sangat muda dan appealing nya juga sangat
bagus. Dengan rambutnya yang sebagian berwarna pirang hitam dan proporsi
tubuhnya juga tidak kalah dengan cewek seumuran dia. Mungkin ini salah satu
alasan kenapa aku terus datang biarpun sering dapat evaluasi yang jelek dari
beliau.
---
“Rudi ayo ikut!” Andi seorang calon sp.bedah
tiba-tiba menyapaku dari mobilnya.
Andi postur
tubuhnya tinggi, sekitar 180cm. Dia selalu berpakaian terlalu bersih bukan
berarti tidak kenal fashion tapi gaya berpakaiannya seperti menunjukkan
kejantanannya sebagai pria namun tetap rapi. Selalu memakai pomade, parfum, dan
katanya kebersihan adalah syarat dan senjata utama menaklukan gadis. Bisa
dibilang dia seorang playboy yang perfectionis.
“kami mau karaokean ini, ayo ikut
rud” Mia juga muncul
dan menyapa dari mobil.
Sebenarnya
aku harus kerja paruh waktu malam
ini tapi sekali-kali sepertinya bagus juga untuk menghilangkan stress. Aku pun
masuk ke mobil Andi dan selain Mia ternyata Jess juga ikut. Aku pun duduk
bersebelahan dengannya. Jess ini cewek yang modern, diluar kampus penampilannya
sangat modis dan perbedaannya dengan cewek-cewek yang pernah kutemui sebelumnya
Jess ini postur dadanya lebih menonjol dan terlihat agak menantang menurutku.
Rambut hitam lurus sebahu, matanya memakai lensa warna biru azure dan tinggi
kurang lebih sama dengan Mia. Setelah ngobrol dengannya aku mulai tertarik
dengannya.
Kami memesan
medium box, ruangan ini dilengkapi dua sofa kecil dan satu sofa panjang yang
sangat empuk. Lcd screen sebesar 42 inch dan dilengkapi fitur touch screen pada
control galerinya. Kami mulai bersenang-senang menghilangkan stress di tempat
karaoke itu. Setelah puas bernyanyi dan ngobrol kemudian mereka melanjutkan
bersenang-senang ke sesi berikutnya. Kulihat Andi sudah mulai menggerayangi
Jess, mereka mulai bergumul. Aku Cuma terpana melihatnya, Andi sudah
mendahuluiku! Jess sudah mulai melepaskan bawahannya begitu pula si Andi.
Berhadapan dengan
posisiku Mia cuma diam saja tapi dia melihat ke arahku. Aku pun mendekati nya,
Mia mulai memelukku dan menciumku. Aku membalas ciumannya dan tanpa kusadari
suasana kamar ini jadi sangat panas dengan aktivitas yang kami lakukan. Ciuman kami
semakin liar, aroma parfum dari tubuh Mia yang harum membuatku semakin
bersemangat. Tanpa disadari waktu di medium box ini sudah habis. Saat itu juga
Andi langsung extending the time untuk box ini via telpon di dinding.
---
Setelah selesai
karaokean, Andi dan Jess sepertinya melanjutkan kegiatan mereka di hotel. Mia pulang
karena katanya dia di panggil bossnya dari tempat kerja. Aku pun pulang bareng
sambil menemani Mia.
Dijalan aku
terus ngobrol dengan Mia.
“Rud masih tinggal di kos itu ya?”
“Masih” aku menjawab pertanyaan Mia.
Sebenarnya aku memang sering pindah-pindah tempat tinggal.
“Pindah ke aparteman aku aja Rud,
hehe” senyumnya Mia
sambil menepuk-nepuk pundakku. Kemudian berjalan sambil memeluk lengan kananku.
Dia kelihatan sangat manja malam ini.
Bicara tentang
tempat tinggal, sebenarnya bukannya aku tidak bisa pindah ke apartemen. Hanya
saja kos ku dekat dengan kantor dan situasinya tidak memungkinkan ku untuk
pindah.
“Rudi gak pindah karena tempat itu
dekat dengan tempat tinggal Agnes?” tanya Mia.
“…..”
Aku tidak
menjawab, mungkin karena itu juga salah satu alasan kenapa aku masih berada di
tempat itu. Agnes adalah mantan pacar ku. Cantik, rambut di dye warna pirang
dan sifatnya bersahaja. Setelah pacaran sekitar dua tahun kami putus karena
masalah perbedaan. Setelah putus kami jarang bertemu satu-sama lain.
Malam itu
setelah mengantarkan Mia aku pun beranjak pulang ke kos.
----
Malam ini
aku tidak langsung tidur karena aku masih harus bekerja lagi.
Sesampai di
kos aku mandi dan melakukan sterilisasi peralatan dokterku, karena kata miss
Angel aku harus belajar lebih banyak lagi. Miss Angel adalah satu-satunya guru
yang mengerti aku. Biarpun di kampus dia terlihat tidak tertarik dengan ku tapi
kalau di luar kami bisa dibilang telah menjalin suatu hubungan. Aku sudah
sering bertemu dengan dia di luar kampus. Dia enak di ajak ngobrol dan memiliki
ketertarikan dibidang yang sama. Ketika aku sedang stress berat dia juga sering
mengundangku ke ruangannya dan memberikan service penghilang stress.
Saat aku
lagi berimajinasi tentang miss angel tiba-tiba..
*knok knok
knok!
“!”
Aku tersentak
kaget oleh suara ketukan dimalam itu. Sebenarnya sekarang sudah pukul 23.30.
Siapa gerangan yang bertamu tengah malam begini? Akhirnya aku buka pintu dan
ternyata itu Andi.
“Hei Rud nih ada hadiah dari Mia” Andi memberikanku sebuah bingkisan.
“lho bukannya tadi kamu sama Jess?” tanyaku.
“Tadi sudah ku antar balik dia, itu
barang-barang ku aku bawa sekalian, sekarang aku ke kantor dulu” jawabnya Andi mengambil
kardus-kardusnya seraya bergegas pergi.
Aku kemudian
masuk kedalam kos dan membuka bingkisan sebesar kardus ini.
“ASTAGAA!!!”
Alangkah
terkejutnya setelah aku membuka kotak tersebut. Aku mendapati Jess yang melihat
ke arahku sembari tersenyum didalamnya! Darahnya masih mengalir sedikit dari
pangkal lehernya, sepertinya bagian tubuh ini di awetkan sebagian dengan
tergesa-gesa. Terus di dalamnya ada sebuah catatan yang kemudian aku baca
dengan seksama.
== ==
Dear Rudi,
Selamat ulang tahun ya!
sebenarnya tadi aku bingung mau ngasih hadiah apa, tapi setelah liat Rudi kelihatan tertarik dengan Jess akhirnya aku dapat hadiah yang special buat Rudi :D!!
sebenarnya tadi aku bingung mau ngasih hadiah apa, tapi setelah liat Rudi kelihatan tertarik dengan Jess akhirnya aku dapat hadiah yang special buat Rudi :D!!
Happy Birthday!
Love you,
Love you,
Mia
== ==
GILA!!!
CEWEK INI!!!
APA YANG DIA
LAKUKAN!!?? Teriak ku dalam batin.
Begitu tidak
percayanya dengan kenyataan ini aku kemudian pergi menuju tempat kerja Mia
seraya membawa kardus isi Jess tersebut.
INI MUSTAHIL
INI MUSTAHIL INI MUSTAHIL INI MUSTAHIL
Sambil
berlari aku terengah-engah memikirkan hal yang baru terjadi beberapa menit yang
lalu.
Terdengar
suara gemuruh petir dilangit, hari mulai hujan. Aku terus berlari dan selalu
merasa sakit pada saat memikirikan apa yang telah mia lakukan.
20 menit
kemudian aku sampai di tempat kerja Mia. Tubuhku basah kuyuk karena hujan. Aku tidak
bisa berpikir dengan tenang dan langsung masuk menuju ruang bawah tanah bangunan. Kemudian di
lorong itu ada seseorang security bertubuh besar. Aku tidak peduli dengan
bentuk fisik orang itu kemudian berbicara dengan lantang.
“DIMANA MIA??!”
“….” Orang
itu hanya diam dan melihat ke arah ku dengan tatapan tajamnya.
“HENDRI!! DIMANA MIAA?!?”
“….” Henry
hanya menunjuk ke arah pintu, pintu di ujung koridor dari aku berdiri.
Aku pun
bergegas berlari dan mendobrak pintu tersebut.
*BRAKK!!
Dalam ruangan berukuran 8x10 ini Cuma ada satu lampu penerangan di tengah langit-langit yang langsung menyinari dinding kokoh berwarna hitam gelap. Sekumpulan Hatchet dengan warna merah di ujung nya. Lantai juga agak berwarna merah. Beberapa alat bius dan peralatan operasi juga di temukan didalam sini.
Tiba-tiba
semua orang yang didalam terkaget melihat ku. Aku mendapati Mia, Andi, dan Miss
angeline disini.
Ada Diana dan
Agnes juga yang tadi dibawa Andi dari Kamar kosku.
Mia
tersenyum ke arahku sambil memotong tubuh Jess dan mengeluarkan organ dalam
tubuhnya. Miss Angeline sedang mengawetkan bagian tubuh dan memisahkan nya
dengan organ yang akan dijual nanti. Sedangkan Andi sedang melakukan packing
untuk pengiriman berikutnya. Sepertinya tubuh Jess sudah hampir semuanya di keluarkan.
Kurang ajar!
mereka tidak bilang kalau mau melakukan hal semenarik dan menyenangkan ini!!
“Aku terlambat!”
Kalau aku tahu
siapa yang akan dioperasi malam ini pasti aku bergegas ke kantor. Karena malam
ini pasien nya bukan random seperti malam sebelumnya. Apa mereka mengerjaiku
karena aku sering terlambat?
Aku paling
benci kebagiaan kerjaan paling akhir, karena aku harus menggiling sisa tubuh
dan membuangnya untuk jadi makanan ikan di laut. Biasanya ini kerjaannya Farid.
Yaah tapi Para pelanggan OCD
(Obsessive-compulsive Disorder) diluar sana pasti senang dengan hasil kerja
kami.
---
Malam ini tampak
wajah Jess sangat menawan, senyumnya sangat cantik disinari rembulan, aku
benar-benar suka dirinya yang baru dan tanpa sadar mulai membelai rambutnya.
Paling tidak ini masih hadiah ulang tahun terbaik bagiku.
Mereka
memang sangat mengerti aku!
=END=
PROFILES
Profile 1
Nama :
Rudi
usia : 24
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
usia : 24
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
*catatan
Psikopat dan pengidap OCD (Obsessive-compulsive Disorder) obsesi kepada kepala, setelah
membunuh mantannya Agnes dia juga membunuh Diana dan mengoleksi kepala mereka. Setelah itu tertarik dengan cewek bernama Jess kemudian mendapatkan hadiah berupa kepala Jess yang sudah diawetkan dari Mia.
membunuh mantannya Agnes dia juga membunuh Diana dan mengoleksi kepala mereka. Setelah itu tertarik dengan cewek bernama Jess kemudian mendapatkan hadiah berupa kepala Jess yang sudah diawetkan dari Mia.
Profile 2
Nama :
Andi
Usia : 24
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan spesialis bedah umum
Usia : 24
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan spesialis bedah umum
*catatan
OCD bersahabat dengan Rudi. Dia mendapat bagian
obsesinya setelah melakukan operasi bersama Rudi kepada *Diana dan *Agnes. Menitipkan
mereka dan tidak lama kemudian mengambil meraka dari kos Rudi.
Profile 3
Nama :
Mia
Usia : 24
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
*catatan
Usia : 24
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
*catatan
OCD psikopatik. Setelah memberi hadiah ulang tahun
terbaik kepada Rudi akhirnya mereka menjadi pasangan dan bersama-sama
melanjutkan untuk melakukan hobi mereka.
Profile 4
Nama :
Angeline
Usia : 38
pendidikan : -profesor doktor muda sp. Anestesi
Usia : 38
pendidikan : -profesor doktor muda sp. Anestesi
*catatan
Dia lah yang mengetahui gangguan kejiwaan Rudi, Andi,
Mia. Tapi entah bagaimana caranya tetap berhasil meloloskan mereka dari uji kesehatan
psikologi dan sebagai guru sekaligus bekerja bersama mereka untuk menyalurkan
perasaan obsesi mereka. Mempunyai hubungan dengan Rudi. Dia juga mengalami
mental disorder.
Profile 5
Nama :
Farid
Usia : 36
pendidikan : unknown
Usia : 36
pendidikan : unknown
*catatan
Senior atau atasan tempat Rudi bekerja. Bertindak sebagai
cleaner setelah operasi mereka selesai. Mengatur pengiriman dan komunikasi
dengan klien.
Profile 6
Nama :
Hendri
usia : 35
pendidikan : unknown
usia : 35
pendidikan : unknown
*catatan
Seorang security yang tidak banyak bicara. Setelah
jatuh depresi dalam hidup dia di ajak Farid untuk bekerja di bawahnnya.
Profile 7
Nama :
Diana
Usia : 24 (deceased)
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
Usia : 24 (deceased)
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
*catatan
Andi terobsesi dengan nya, kemudian merencanakan
operasi bersama dengan Rudi.
Profile 8
Nama :
Agnes
Usia : 24 (deceased)
Pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan spesialis bedah
Usia : 24 (deceased)
Pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan spesialis bedah
*catatan
Setelah dikenalkan Andi kepada Rudi, Agnes jadian
dengan Rudi. Tapi Rudi mulai membuka diri dan menceritakan kelainannya kepada Agnes.
Hasilnya Agnes syok berat dan tidak tahan menerima kenyataan itu dia pun putus
dengan Rudi. Kontak terakhir dia dibunuh oleh Rudi.
Profile 9
Nama :
Jess
Usia : 24 (deceased)
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
Usia : 24 (deceased)
pendidikan : - dokter
- sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
*catatan
Korban selanjutnya yang di operasi Mia. Setelah berangkat dari
hotel Andi membawanya ke tempat kerja mereka dan Mia membiusnya. Kemudian dia dioperasi
dan bagian tubuhnya dihadiahkan kepada Rudi.
nice yu!, my blood rush as if i were one of them,
BalasHapus