Senin, 04 Januari 2016

Aku Terlambat!



Aku Terlambat!
sebuah cerpen
By: Ramd


Pagi yang syahdu tiba-tiba menjadi berisik. Dari sebelah kamarku suara motor mesin lalu-lalang terdengar berisik mengganggu. Yah mau gimana lagi, aku tinggal di jalan tusuk sate kota metropolitan terbesar di negaraku. Hal ini selalu menggangguku setiap hari, hidup di kota yang sangat sibuk dan suara bising dimana-mana. Tapi paling tidak suara berisik tersebut telah berhasil membuatku beranjak dari tempat tidurku.


Kamar ini penuh dengan barang titipan Andi. Dia adalah teman kuliah sekaligus sahabat terbaikku. Andi menitipkan dua kardus berisi lembaran hvs tidak terpakai yang kukira sebaiknya dibuang saja. Kardus ini membuat kamar 3x3 ku semakin sempit, lain kali tidak akan kubiarkan dia menitipkan barang.

*knok knok knok!

Terdengar suara dari pintu kamar kos ku ini, sepertinya ada seseorang diluar. Aku bergegas membuka pintu dan mendapati seorang laki-laki umur 30an memakai setelan jas serba hitam.

“Kenapa telpon gak di angkat?!” tanya laki-laki tersebut sambil mengkerutkan dahinya.

“Eh, maaf mas Farid, hp saya kemarin rusak dan masih di tempat service” jawabku.

Mas farid adalah senior di tempat kerja paruhku. Dia orang yang tidak terlalu bersahabat apalagi dengan ku, orang yang selalu terlambat datang kerja. Dari ekspresinya sekarang sepertinya aku bakal kena marah.

“kamu jangan main-main danganku ya! Aku kemari bukan buat dengar alasanmu!!” bentak Farid.
“Paket nya sudah selesai?!” Aku mulai kepikiran tentang paket yang kemarin baru kukirim.
“Paketnya sudah saya kirim mas” jawabku.

Setelah mendengar penjelasanku akhirnya amarah Farid mereda. Kemudian dia mengeluarkan sebuah kertas dan menulis sesuatu. “Ini tugas mu selanjutnya, tiga hari dan hubungi aku” Farid memakai kacamata hitamnya dan beranjak pergi. Dari lantai dua aku bisa lihat di bawah ada satu orang lagi dengan setelan yang sama. Orang itu adalah Hendri, tinggi nya sekitar 195cm dan postur tubuhnya bidang. Dikantor Hendri  itu orang yang tidak banyak bicara. Bahkan Aku pun tidak pernah bicara dengannya. Sudah jelas dia itu orang yang sangat pendiam.

---
Siang hari saatnya aku pergi kuliah. Langkah kaki ku hari ini terasa sangat berat karena Prof. Angeline akan mengadakan ujian praktek anastesi. Sebenarnya bukan masalah buatku tapi dikampus entah kenapa aku selalu tidak sependapat dengan beliau. Di perjalananku menuju  gedung fakultas kedokteran aku bertemu dengan Mia.

“Hai Rudi”
“Halo Mia”
“hari ini ujian praktek rud, hari ini siapa aja ya?”
“aku, Diana, Jess, dan kamu” jawabku singkat. “biasanya kalian ber-tiga kan ya?”
“iya sih, tapi si Diana kayaknya absen lagi nih, bakal dicariin nanti dia haha” jawab Mia sambil sedikit menggerutu.

Mia ini menurutku seorang gadis yang cantik. Kulit putih, Rambut hitam lurus dan tinggi sekitar 170 hampir sama dengan tinggiku. Mia orangnya bersahaja dan suka bergaul. Dia juga mengambil major yang sama denganku Sp. Anastesi. Beberapa pertemuan sebelumnya dia absen dan baru kelihatan sekarang. Mia, Jess, Diana biasanya mereka selalu bertiga. Aku sering menyebut mereka trio metro. Setelah tahu kalau dia juga akan melakukan ujian praktek hari ini dia mulai berdiskusi denganku. Siang itu aku juga bertemu dengan Andi dan menyarankan agar membawa kembali barangnya yang dia tinggal di kamar kos ku.

Usai ujian praktek,

“Rudi, lagi-lagi kamu mengabaikan keluhan pasien, Pasienmu tadi sangat ketakutan” Prof. Angeline sedang mengevaluasi hasil ujian praktekku.
“kamu harus contoh Mia, she got perfect score for this”
“saya sudah menjelaskan akibat pembiusan sebelum operasi kepada pasien agar mereka tidak kaget” jawabku
“cara memberi tahukannya from you to them tidak benar Rudy, learn more next time”
“….”

Aku tidak membalas dan hanya diam mendengarkan lecture dari miss Angeline. Aku paham kalau pembiusan anestesi itu susah dijelaskan kepada para pasien, mengingat banyaknya efek samping pasca anestesi maupun pasca operasi jadi wajar pasien akan takut. Aku tidak perlu berdebat dengan beliau disini dan memainkan peranku saja sebagai murid yang sembrono.
Tapi kenyataannya aku dan miss Angel itu sangat dekat. Miss Angel ini biarpun sudah berusia akhir 30 an tetap terlihat sangat muda dan appealing nya juga sangat bagus. Dengan rambutnya yang sebagian berwarna pirang hitam dan proporsi tubuhnya juga tidak kalah dengan cewek seumuran dia. Mungkin ini salah satu alasan kenapa aku terus datang biarpun sering dapat evaluasi yang jelek dari beliau.

---

“Rudi ayo ikut!” Andi seorang calon sp.bedah tiba-tiba menyapaku dari mobilnya.

Andi postur tubuhnya tinggi, sekitar 180cm. Dia selalu berpakaian terlalu bersih bukan berarti tidak kenal fashion tapi gaya berpakaiannya seperti menunjukkan kejantanannya sebagai pria namun tetap rapi. Selalu memakai pomade, parfum, dan katanya kebersihan adalah syarat dan senjata utama menaklukan gadis. Bisa dibilang dia seorang playboy yang perfectionis.

“kami mau karaokean ini, ayo ikut rud” Mia juga muncul dan menyapa dari mobil.

Sebenarnya aku harus kerja paruh waktu malam ini tapi sekali-kali sepertinya bagus juga untuk menghilangkan stress. Aku pun masuk ke mobil Andi dan selain Mia ternyata Jess juga ikut. Aku pun duduk bersebelahan dengannya. Jess ini cewek yang modern, diluar kampus penampilannya sangat modis dan perbedaannya dengan cewek-cewek yang pernah kutemui sebelumnya Jess ini postur dadanya lebih menonjol dan terlihat agak menantang menurutku. Rambut hitam lurus sebahu, matanya memakai lensa warna biru azure dan tinggi kurang lebih sama dengan Mia. Setelah ngobrol dengannya aku mulai tertarik dengannya.


Kami memesan medium box, ruangan ini dilengkapi dua sofa kecil dan satu sofa panjang yang sangat empuk. Lcd screen sebesar 42 inch dan dilengkapi fitur touch screen pada control galerinya. Kami mulai bersenang-senang menghilangkan stress di tempat karaoke itu. Setelah puas bernyanyi dan ngobrol kemudian mereka melanjutkan bersenang-senang ke sesi berikutnya. Kulihat Andi sudah mulai menggerayangi Jess, mereka mulai bergumul. Aku Cuma terpana melihatnya, Andi sudah mendahuluiku! Jess sudah mulai melepaskan bawahannya begitu pula si Andi. 


Berhadapan dengan posisiku Mia cuma diam saja tapi dia melihat ke arahku. Aku pun mendekati nya, Mia mulai memelukku dan menciumku. Aku membalas ciumannya dan tanpa kusadari suasana kamar ini jadi sangat panas dengan aktivitas yang kami lakukan. Ciuman kami semakin liar, aroma parfum dari tubuh Mia yang harum membuatku semakin bersemangat. Tanpa disadari waktu di medium box ini sudah habis. Saat itu juga Andi langsung extending the time untuk box ini via telpon di dinding.
---
Setelah selesai karaokean, Andi dan Jess sepertinya melanjutkan kegiatan mereka di hotel. Mia pulang karena katanya dia di panggil bossnya dari tempat kerja. Aku pun pulang bareng sambil menemani Mia.
Dijalan aku terus ngobrol dengan Mia.

“Rud masih tinggal di kos itu ya?”
“Masih” aku menjawab pertanyaan Mia. Sebenarnya aku memang sering pindah-pindah tempat tinggal.


“Pindah ke aparteman aku aja Rud, hehe” senyumnya Mia sambil menepuk-nepuk pundakku. Kemudian berjalan sambil memeluk lengan kananku. Dia kelihatan sangat manja malam ini.
Bicara tentang tempat tinggal, sebenarnya bukannya aku tidak bisa pindah ke apartemen. Hanya saja kos ku dekat dengan kantor dan situasinya tidak memungkinkan ku untuk pindah.
“Rudi gak pindah karena tempat itu dekat dengan tempat tinggal Agnes?” tanya Mia.
“…..”
Aku tidak menjawab, mungkin karena itu juga salah satu alasan kenapa aku masih berada di tempat itu. Agnes adalah mantan pacar ku. Cantik, rambut di dye warna pirang dan sifatnya bersahaja. Setelah pacaran sekitar dua tahun kami putus karena masalah perbedaan. Setelah putus kami jarang bertemu satu-sama lain.
Malam itu setelah mengantarkan Mia aku pun beranjak pulang ke kos.
----

Malam ini aku tidak langsung tidur karena aku masih harus bekerja lagi.
Sesampai di kos aku mandi dan melakukan sterilisasi peralatan dokterku, karena kata miss Angel aku harus belajar lebih banyak lagi. Miss Angel adalah satu-satunya guru yang mengerti aku. Biarpun di kampus dia terlihat tidak tertarik dengan ku tapi kalau di luar kami bisa dibilang telah menjalin suatu hubungan. Aku sudah sering bertemu dengan dia di luar kampus. Dia enak di ajak ngobrol dan memiliki ketertarikan dibidang yang sama. Ketika aku sedang stress berat dia juga sering mengundangku ke ruangannya dan memberikan service penghilang stress.
Saat aku lagi berimajinasi tentang miss angel tiba-tiba..

*knok knok knok!

“!”

Aku tersentak kaget oleh suara ketukan dimalam itu. Sebenarnya sekarang sudah pukul 23.30. Siapa gerangan yang bertamu tengah malam begini? Akhirnya aku buka pintu dan ternyata itu Andi.

“Hei Rud nih ada hadiah dari Mia” Andi memberikanku sebuah bingkisan.
“lho bukannya tadi kamu sama Jess?” tanyaku.
“Tadi sudah ku antar balik dia, itu barang-barang ku aku bawa sekalian, sekarang aku ke kantor dulu” jawabnya Andi mengambil kardus-kardusnya seraya bergegas pergi.

Aku kemudian masuk kedalam kos dan membuka bingkisan sebesar kardus ini.

“ASTAGAA!!!”

Alangkah terkejutnya setelah aku membuka kotak tersebut. Aku mendapati Jess yang melihat ke arahku sembari tersenyum didalamnya! Darahnya masih mengalir sedikit dari pangkal lehernya, sepertinya bagian tubuh ini di awetkan sebagian dengan tergesa-gesa. Terus di dalamnya ada sebuah catatan yang kemudian aku baca dengan seksama.




== ==
Dear Rudi,
Selamat ulang tahun ya!
sebenarnya tadi aku bingung mau ngasih hadiah apa, tapi setelah liat Rudi kelihatan tertarik dengan Jess akhirnya aku dapat hadiah yang special buat Rudi :D!!
Happy Birthday!

Love you,
Mia
== ==

GILA!!!
CEWEK INI!!!
APA YANG DIA LAKUKAN!!?? Teriak ku dalam batin.

Begitu tidak percayanya dengan kenyataan ini aku kemudian pergi menuju tempat kerja Mia seraya membawa kardus isi Jess tersebut.


INI MUSTAHIL INI MUSTAHIL INI MUSTAHIL INI MUSTAHIL


Sambil berlari aku terengah-engah memikirkan hal yang baru terjadi beberapa menit yang lalu.
Terdengar suara gemuruh petir dilangit, hari mulai hujan. Aku terus berlari dan selalu merasa sakit pada saat memikirikan apa yang telah mia lakukan. 


20 menit kemudian aku sampai di tempat kerja Mia. Tubuhku basah kuyuk karena hujan. Aku tidak bisa berpikir dengan tenang dan langsung masuk  menuju ruang bawah tanah bangunan. Kemudian di lorong itu ada seseorang security bertubuh besar. Aku tidak peduli dengan bentuk fisik orang itu kemudian berbicara dengan lantang.

“DIMANA MIA??!”
“….” Orang itu hanya diam dan melihat ke arah ku dengan tatapan tajamnya.
“HENDRI!! DIMANA MIAA?!?”
“….” Henry hanya menunjuk ke arah pintu, pintu di ujung koridor dari aku berdiri.
Aku pun bergegas berlari dan mendobrak pintu tersebut.

*BRAKK!!

Dalam ruangan berukuran 8x10 ini Cuma ada satu lampu penerangan di tengah langit-langit yang langsung menyinari dinding kokoh berwarna hitam gelap. Sekumpulan Hatchet dengan warna merah di ujung nya. Lantai juga agak berwarna merah. Beberapa alat bius dan peralatan operasi juga di temukan didalam sini. 

Tiba-tiba semua orang yang didalam terkaget melihat ku. Aku mendapati Mia, Andi, dan Miss angeline disini.


Ada Diana dan Agnes juga yang tadi dibawa Andi dari Kamar kosku.
Mia tersenyum ke arahku sambil memotong tubuh Jess dan mengeluarkan organ dalam tubuhnya. Miss Angeline sedang mengawetkan bagian tubuh dan memisahkan nya dengan organ yang akan dijual nanti. Sedangkan Andi sedang melakukan packing untuk pengiriman berikutnya. Sepertinya tubuh Jess sudah hampir semuanya di keluarkan.
Kurang ajar! mereka tidak bilang kalau mau melakukan hal semenarik dan menyenangkan ini!!

“Aku terlambat!”

Kalau aku tahu siapa yang akan dioperasi malam ini pasti aku bergegas ke kantor. Karena malam ini pasien nya bukan random seperti malam sebelumnya. Apa mereka mengerjaiku karena aku sering terlambat?


Aku paling benci kebagiaan kerjaan paling akhir, karena aku harus menggiling sisa tubuh dan membuangnya untuk jadi makanan ikan di laut. Biasanya ini kerjaannya Farid. Yaah tapi Para pelanggan OCD (Obsessive-compulsive Disorder) diluar sana pasti senang dengan hasil kerja kami.

---

Malam ini tampak wajah Jess sangat menawan, senyumnya sangat cantik disinari rembulan, aku benar-benar suka dirinya yang baru dan tanpa sadar mulai membelai rambutnya. Paling tidak ini masih hadiah ulang tahun terbaik bagiku.
Mereka memang sangat mengerti aku!

=END=




PROFILES


Profile 1
Nama                        : Rudi
usia                            : 24
pendidikan             : - dokter
                                      - sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi

*catatan
Psikopat dan pengidap OCD (Obsessive-compulsive Disorder) obsesi kepada kepala, setelah
membunuh mantannya Agnes dia juga membunuh Diana dan mengoleksi kepala mereka. Setelah itu tertarik dengan cewek bernama Jess kemudian mendapatkan hadiah berupa kepala Jess yang sudah diawetkan dari Mia.

Profile 2
Nama                        : Andi
Usia                           : 24
pendidikan             : - dokter
                                      - sedang menjalani pendidikan spesialis bedah umum
*catatan
OCD bersahabat dengan Rudi. Dia mendapat bagian obsesinya setelah melakukan operasi bersama Rudi kepada *Diana dan *Agnes. Menitipkan mereka dan tidak lama kemudian mengambil meraka dari kos Rudi.

Profile 3
Nama                        : Mia
Usia                           : 24
pendidikan              : - dokter
                                      - sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
*catatan
OCD psikopatik. Setelah memberi hadiah ulang tahun terbaik kepada Rudi akhirnya mereka menjadi pasangan dan bersama-sama melanjutkan untuk melakukan hobi mereka.

Profile 4
Nama                        : Angeline
Usia                           : 38
pendidikan             : -profesor doktor muda sp. Anestesi
*catatan
Dia lah yang mengetahui gangguan kejiwaan Rudi, Andi, Mia. Tapi entah bagaimana caranya tetap berhasil meloloskan mereka dari uji kesehatan psikologi dan sebagai guru sekaligus bekerja bersama mereka untuk menyalurkan perasaan obsesi mereka. Mempunyai hubungan dengan Rudi. Dia juga mengalami mental disorder.

Profile 5
Nama                        : Farid
Usia                           : 36
pendidikan             : unknown
*catatan
Senior atau atasan tempat Rudi bekerja. Bertindak sebagai cleaner setelah operasi mereka selesai. Mengatur pengiriman dan komunikasi dengan klien.

Profile 6
Nama                        : Hendri
usia                            : 35
pendidikan             : unknown
*catatan
Seorang security yang tidak banyak bicara. Setelah jatuh depresi dalam hidup dia di ajak Farid untuk bekerja di bawahnnya.

Profile 7
Nama                        : Diana
Usia                           : 24 (deceased)
pendidikan             : - dokter
                                      - sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
*catatan
Andi terobsesi dengan nya, kemudian merencanakan operasi bersama dengan Rudi.

Profile 8
Nama                        : Agnes
Usia                           : 24 (deceased)
Pendidikan             : - dokter
                                      - sedang menjalani pendidikan spesialis bedah
*catatan
Setelah dikenalkan Andi kepada Rudi, Agnes jadian dengan Rudi. Tapi Rudi mulai membuka diri  dan menceritakan kelainannya kepada Agnes. Hasilnya Agnes syok berat dan tidak tahan menerima kenyataan itu dia pun putus dengan Rudi. Kontak terakhir dia dibunuh oleh Rudi.

Profile 9
Nama                        : Jess
Usia                           : 24 (deceased)
pendidikan              : - dokter
                                      - sedang menjalani pendidikan Anestesiologis / spesialis anestesi
*catatan
Korban selanjutnya yang di operasi Mia. Setelah berangkat dari hotel Andi membawanya ke tempat kerja mereka dan Mia membiusnya. Kemudian dia dioperasi dan bagian tubuhnya dihadiahkan kepada Rudi.

1 komentar: