Minggu, 24 Januari 2016

Orang Yang Berpakaian Serba Hitam



Orang Yang Berpakaian Serba Hitam
sebuah cerpen
by Ramd

Dirumah ini aku tinggal bertiga dengan kedua orang tuaku. Orang tuaku baru pulang dari luar negeri, mereka sedang tidur dikamar. Aku pun menonton tv sambil menikmati oleh-oleh yang dibawa orang tuaku. Ketika malam semakin larut aku segera mengunci pintu, menutup jendela, menyalakan lampu ruang tamu dan kamarku. Sekarang rumah ini bagaikan museum yang cuma dihuni patung dan benda mati, seperti ruang kelas yang ditinggalkan oleh murid-murid.


Hujan gerimis berpetir. Aku bersiap untuk tidur. Segera aku mematikan lampu ruang tamu dan masuk kedalam kamarku. Tiba-tiba aku mendengar suara benda pecah. Bertepatan dengan lampu kamarku kumatikan aku mendengar suara berisik itu. 

Duk duk duk duk

Ada suara gaduh diiringi pecahnya suara tadi. Aku membuka kamarku dan menyelinap melihat apa yang sebenarnya terjadi. Aku mengintip dari samping tembok tampak ada dua orang besar berpakaian serba hitam. Wajah mereka tertutup topeng sehingga aku tidak tahu siapa mereka sebenarnya. Suara langkah mereka hampir tidak terdengar. Mereka bergerak sangat halus membuka laci-laci lemari diruang tamu. Salah satu dari mereka menuju kekamar orang tua ku. Satunya berjalan kearahku. Secepatnya aku bersembunyi di lemari bawah tangga. 

Aku mendengarkan suara dercit dari kayu tangga. Orang itu sedang naik menuju kamarku. Aku keluar dari lemari dan menuju ruang tamu mengambil ponsel. Salah satu dari mereka ternyata mencoba membuka kamar orang tua ku yang terkunci. Aku menyelinap ke dalam lemari dapur sambil melihat apa yang mereka lakukan. 

Orang itu akhirnya bisa membuka kamar orang tuaku. Temannya yang tadi naik ke lantai atas sudah turun dan berdiri di depan ku menjaga sekitar.  

Tring tring!

“?!”

Ponsel yang kupakai tadi berbunyi. Orang itu dengan cepat menuju ke arahku. Membuka tiap lemari didapur ini dan sebelum dia membuka lemari tempat ku bersembunyi. Aku menjadi sangat gugup. Jantungku berdegup dengan kencang. Aku menahan nafas ketika lemari ini hampir terbuka olehnya. Namun tiba-tiba temannya dari kamar orang tua ku datang sambil berlari dan menghentikan membuka lemari persembunyianku. Sepertinya temannya itu sedang panik. 

BRUAKKK!!

Pintu depan telah didobrak. Polisi telah masuk kerumah dan mendapati mereka. Dengan segera mereka mencoba melarikan diri berlari menuju jendela. Tapi timah panas dari polisi dengan cepat menembus rencana picik mereka dan melumpuhkan salah satu dari orang itu. orang yang satunya berhasil kabur lewat jendela ruang tamu. Akhirnya polisi mengamankan orang yang tertembak itu dan malam mencekam pun berakhir.

Peristiwa kemarin ternyata merenggut nyawa kedua orang tuaku. Malam itu saat orang itu diamankan oleh polisi aku kaget melihat kedua orang tuaku sudah tidak bernyawa. 

Hari ini aku menghadiri pemakaman mereka. Setelan baju hitam yang kupakai mengingatkanku pada kejadian dimalam yang lalu, ketika dua orang berpakaian hitam masuk merampok dirumahku. Setelah pemakaman selesai aku pun beranjak pulang. Saat itu dibawah pohon dekat pemakaman aku melihat tetanggaku sedang ditanyai para polisi. Aku sedikit penasaran, seraya berjalan sambil mendengarkan.

“Pasangan yang meninggal apakah ada kegiatan sebelum kejadian perampokan?”

“Yang kami tahu mereka baru kembali sehabis berlibur keluar negri.”

“Kami akan mencari pelaku satunya yang melarikan diri.”

“Kami sangat kaget waktu mendengar suara tembakan dari rumah tetangga, tapi kami bersyukur polisi tiba tepat waktu”

“Ya kami berterima kasih kepada anak mereka yang melapor saat kejadian”

“?!”

 “Tunggu dulu petugas?? Kedua pasangan ini baru menikah dan pulang dari bulan madu mereka.”

“Maksudnya?”

“Mereka belum mempunyai anak!”

Senyum dibibirku mulai muncul. Aku masih ingat dimalam kedua orang tuaku pulang. Setelah memasukkan racun kedalam minuman mereka aku pun memukuli mereka. Memastikan mereka tertidur karenanya. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Aku memang memakai pakaian serba hitam tapi berbeda dari kedua perampok kemarin. 

Kali ini pun aku perlahan mengikuti kedua orang tuaku yang baru. Mereka adalah pasangan yang tadi kutemukan saat sama-sama menghadiri pemakaman.

-End-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar