Danau Div
sebuah cerpen
by Ramd
sebuah cerpen
by Ramd
Di desaku terdapat danau yang
sangat besar. Danau itu bernama Danau Div, luas sekitar 50x70 km. Air danau ini terlihat
berwarna kebiruan dan katanya kedalamannya sekitar 700-800 meter. Dulu aku
sering bermain bersama teman-temanku disekitaran danau tersebut. Anak-anak
seusiaku pasti sering datang ketempat ini. Warga sekitar juga menjadikan danau
ini sebagai mata pencaharian. Kami bermain, memancing, berenang dan membantu
orang tua di danau tersebut. Kalau berenang aku tidak ikut, karena saat itu aku
tidak bisa berenang.
Pagi itu hari sangat cerah,
“Alvin ayo berenang!!”
Kevin teman SD ku itu berteriak
mengajakku berenang. Kevin ini orangnya pemberani, dia selalu suka yang namanya
petualangan. Rambut gimbalnya selalu di ikat keatas, jadi tidak sulit untuk
mengenali ciri-cirinya. Hari ini sekolah libur dan aku akan diajari berenang
oleh Kevin.
Kami menuju danau dan sesampainya
disana kami bertemu dengan Anna.
“aku mengajak Anna juga kemarin” Kevin bicara kepadaku.
“hehe kalau bersama-sama lebih asik kan” tutur Anna dengan
girangnya.
Anna juga teman SD ku. Rambut
hitam pendek sebahu dan orang yang periang. Di sekolah kami sering bermain
bersama. Masih kurang satu orang lagi di kelompok kami namanya Duan. Hari ini
sepertinya Duan sedang sibuk membantu ayahnya memancing ikan. Sudah pasti dia
agak jauh berada di tengah danau.
Kami masuk ke area danau lewat
pintu gerbang utama. Gerbang ini lumayan besar, terbuat dari kayu dan kelihatan
sangat kokoh. Gerbang pagar ini tinggi, jadi orang-orang diluar tidak bisa
melihat ataupun mengintip danau dari luar pagar. Semua orang yang ingin pergi
kedanau cuma bisa memasukkinya lewat gerbang ini. Jadi bisa dibilang ini
satu-satunya akses menuju danau dari desa kami.
Setelah masuk aku pun berlatih
ditepian danau bersama Kevin dan Anna. Ternyata sulit juga belajar berenang. Seharian
ini aku belajar di danau Div dan ternyata tanpa kusadari aku sudah bisa
mengambang di air, tapi masih tidak terlalu bisa bergerak kesana-kemari.
Pengalaman yang sangat menyenangkan!
“anak-anak, semuanya ayo naik, udah mau malam!!”
Pak Dani berteriak memanggil kami
yang berada sekitar danau. Mendengar suara pak Dani kami pun bergegas keluar
dari danau. Pak Dani ini adalah penjaga daerah sekitaran pinggiran danau,
biasanya dia memperingati penduduk kalau sudah hampir malam. Danau Div ini
memiliki beberapa pantangan yang harus di ikuti masyarakat sekitar. Pantangan nya
adalah dilarang melakukan aktifitas apapun ketika malam hari. Dan setiap di
akhir bulan sekitar tanggal 28-30 dilarang masuk ke area danau. Pada salah satu
hari di akhir bulan tersebut secara misterius semua ikan menghilang dari zona
tangkap. Kami menyebutnya hari itu sebagai Void
Day (hari kekosongan). Hal ini membuat para nelayan tidak pergi berlayar
sekitar tanggal itu. Kalau melanggar pantangan tersebut maka akan mendapat
kesialan. Banyak orang yang hilang saat nekat pergi ke danau. Sampai sekarang Misteri
void day ini masih belum terpecahkan. Tetapi setelah void day berlalu semua
ikan kembali seperti semula.
Pada suatu malam aku sedang
berkumpul bersama teman-temanku di rumahku.
“Hey bagaimana kalau kita menyelidiki void day besok malam!”
Mendengar kata-kata Kevin aku
tersentak.
“Jangan!! Bukannya semuanya dilarang pergi kesana! Kalau ketahuan bakal
dimarahi kita” jawabku.
“Kita sudah hampir lulus dari Sd, sudah saatnya kita membuat beberapa
kenangan yang besar bersama, bukannya kau akan pindah ke kota untuk melanjutkan
sekolah disana Alvin?”
Kevin memang benar, sebenarnya setelah
kelulusan aku akan pindah ke kota. Kebanyakan dari anak-anak seusiaku
melanjutkan sekolahnya di kota.
“Sebenarnya aku juga sedikit penasaran dengan void day itu” Duan
tiba-tiba berbicara.
“Nah benar kan, bagaimana? Ayo kita berangkat besok malam” tutur
Kevin.
“Tapi aku takut kesana malam-malam, mama pasti tidak memperbolehkan ku pergi kesana”
jawab Anna takut bercampur khawatir.
“Dasar penakut! Bilang saja kita kumpul di rumah Alvin! kita akan
memakai sampan yang ada di sekitaran danau, menuju pertengahan sedikit terus
kita segera kembali sebelum dicari orang tua kita” Kevin membentak sambil
menjelaskan rencananya.
Mendengar hal itu aku sedikit
tertarik untuk ikut. Di ruang ini hanya ada kami ber 5, Aku, Kevin, Anna, Duan
dan Sasha. Sasha adalah teman Sd kami yang malam ini ikut berkumpul setelah di
ajak Anna. Dia satu tahun lebih muda diantara kami berempat. Sepertinya dia
juga tertarik untuk ikut petualangan kami besok malam.
“Bukannya gerbang ditutup saat malam? bagaimana caranya kita masuk?”
Sasha bertanya kepada Kevin
“Tenang aku tau jalur masuk lain selain gerbang”
“!?”
Kami semua kaget mendengar Kevin.
Pikirku tidak ada jalan lain selain melewati gerbang untuk masuk ke danau. Apa karena
Kevin suka bertualang menjelah hutan sekitar gerbang? Mungkin saja menurutku. Setelah
semuanya setuju untuk pergi Kevin pun menutupnya dengan berkata,
“Kalau begitu besok malam kita kumpul di lapangan dekat hutan!”
Besok malam,
Aku dan lainnya sudah berada
dilapangan. Kemudian Kevin menyuruh kami untuk mengikutinya memasuki hutan.
Lumayan gelap juga dihutan, kami masing-masing membawa senter dari rumah. Setelah
beberapa menit masuk kehutan ternyata disitu ada salah satu pagar kayu yang
rusak. Ukuran orang dewasa tidak akan bisa melewatinya tapi untuk kami bisa
masuk dengan mudah. Setelah masuk pemandangan pertama yang kulihat adalah danau
Div. Saat itu danau sangat gelap dan lampu penerangan hanya ada disekitaran
pagar saja. Muncul perasaan takut didalam jiwaku ketika melihat gelapnya area
ini. Aku mulai bertanya dalam ragu ‘benarkah kita akan berlayar sekarang?’
Tidak ada tanda-tanda kehidupan
disini. Jelas sekali tidak ada seorangpun yang seharusnya diperbolehkan masuk
kecuali kami yang diam-diam melanggar pantangan. Melanggar pantangan? Sebelumnya
aku tidak terpikirkan untuk melakukan hal ini. Setelah melakukannya aku baru
sadar kalau aku telah melanggarnya. Tapi rasa penasaranku melawan keraguannya
akhirnya aku tetap melakukannya.
Kami berjalan menuju sampan
terdekat, naik dan segera berlayar. Benar-benar gelap sekali malam ini. Salah satu
penerangan kami hanyalah senter yang kami pegang dengan eratnya. Langit tetap
terang karena dihiasi bintang-bintang, sayangnya malam ini adalah bulan baru
jadi bulan tidak ikut menyinari kami di area danau ini.
“Katanya ikan-ikan menghilang pada saat void day” Sasha memulai
percakapan.
“masa sih? Tapi sepertinya tidak ada yang aneh malam ini, kecuali
anginnya bertiup lumayan kencang” Anna mulai kedinginan.
“Tidak.. bukan cuma itu, aku tidak tahu masalah ikan menghilang atau
tidak, tapi air danau malam ini sangat tenang” kata Duan.
“Sangat tenang? Maksudnya?” aku sedikit bingung dengan apa yang dikatakan
Duan.
“Ini aneh sekali angin bertiup kencang tapi danau ini bahkan tidak
bergelombang, biasanya waktu aku membantu ayahku tidak seperti ini” Duan
menjelaskan.
“fufufu ini benar-benar menarik!” Kevin kegirangan.
Saat itu kami semua tidak
menyadarinya, kami terfokus dengan hal-hal yang dikatakan Kevin. Setelah sekitar 20 menitan kami bersiap untuk
kembali tiba-tiba air permukaan danau agak bergelombang. Gelombang ini mengejutkan
kami ber lima. Dan Anna bergumam sesuatu.
“loh apa itu?”
“?!”
“Ada apa Anna?” Duan bertanya.
“Rasanya tadi aku melihat sesuatu di tengah danau?”
“Mana??” Kevin mencoba melihat-lihat tapi tidak menemukan apapun.
“Sepertinya kita harus cepat kembali, nanti kita dicari orang tua kita”
Aku mendengar dan menebak arah
pembicaraan ini mulai merasa takut dan menyuruh mereka untuk segera mengayuh ke
daratan.
“Sial kita masih belum memecahkan misteri ini?!?! Besok aku akan kisini
lagi!!” Kevin tidak puas dengan hasil hari ini.
“eh gelombangnya sudah mereda?” kata Duan.
“cepat kayuh!! kita kembali pulang!!”
Aku berteriak kepada mereka.
Perasaanku tidak enak dengan apa yang dikatakan oleh Anna tadi. Dan aku belum bisa
berenang dengan baik, takut-takut kalau aku terjatuh dari perahu.
Kami pun mengayuh kedaratan dan
pulang kerumah masing-masing. Syukurlah malam ini aku berhasil menyelinap ke
kamar tidurku jadi aku tidak kena marah orang tua ku.
Besoknya Kevin datang kerumah ku.
Dia mengajakku kembali ke danau Div. Awalnya aku keberatan untuk ikut tapi
katanya dia akan menjelajahinya siang ini tidak malam seperti kemarin. Akhirnya
aku menyerah dan ikut dengannya. Siang ini yang berangkat hanya bertiga, Aku,
Kevin, dan Anna. Kami lewat hutan seperti kemarin dan akhirnya sampai di Danau
Div. Pemandangan danau siang ini berbeda dari malam tadi. Malam tadi kami tidak
dapat melihat danau dengan jelas. Tapi sekarang danau Div terlihat jelas dan
tetap tidak ada tanda-tanda kehidupan. Biasanya siang begini paling tidak ada
burung-burung beterbangan di atas danau, tapi mereka satu pun tidak tampak. Berlayar
siang ini aku bisa merasakan permuakaan air ini sama tenangnya seperti malam
kemarin. Kami mengayuh agak jauh untuk melihat-lihat danau Div di void day ini.
“sepertinya tidak ada apa-apa” gumamku.
“Pasti ada sesuatu kan? Buat apa adanya peraturan seperti void day di
desa kita?” Kevin menggerutu.
Kami berada agak jauh dari
daratan. Sangat sunyi dan sepi sekali danau ini. Bukan cuma sepi tapi siang ini
sangat panas terik matahari. Kami hanya mengendalkan naungan dari awan yang
lewat menutupi matahari. Jadi kami cepat-cepat mengikuti bayangan awan lainnya
setelah matahari mulai muncul lagi.
“sial panas sekalii, ayo kayuh ke bayangan awan itu” Kevin sudah
sangat kepanasan.
Kami pun mengayuh lagi dan sampai
di bayangan awan itu. Tapi ada yang aneh.
“Alvin sudah sampai kah kita?” Anna bertanya padaku.
“Alvin ayo cepat siang ini terlalu panas!” Kevin menggerutu.
“….” Waktu itu sepertinya hanya aku yang meyadarinya.
“Alvin??” Anna mencoba memanggilku.
“?!”
“Kevin, Anna, kita sudah berada di bayangan”
“hah?? Masa? Tapi masih panas?”
“!”
Dikala kebingungnan tersebut kami
pun melihat ke permukaan air. Memang benar kami telah sampai di bayangan
tersebut tapi permasalahannya adalah itu bukan bayangan dari awan di langit. Sesuatu
yang besar sepertinya berada di bawah permuakaan air ini. Yang membuat kami
lebih kaget adalah bayangan ini tiba-tiba bergerak. Gelombang tiba-tiba
menghantam perahu kecil kami dan membuatnya elong kesana-kemari.
Bruakkk!
Ada sesuatu yang menghantam
perahu kami dan perahu kami tergulir. Kami semua jatuh ke danau. Saat itu aku
hanya bisa mengambang. Aku melihat Kevin dan Anna agak jauh jaraknya dariku.
Aku berada lebih dekat dengan kapal. Bayangan di bawah air tersebut bergerak
dengan cepat membuat ku semakin takut dan panik. Kepanikan kami memuncak karena
terdapat sesuatu yang tidak kami ketahui dibawah sana. Tiba-tiba kakiku
menyentuh sesuatu yang licin bergerak dibawah air. Aku hampir menangis ketika
merasakan suatu makhluk bergerak dibawahku. Aku bergegas bergerak mendekati
perahu, dan dengan cepat naik kembali. Lalu aku melihat ke arah Kevin dan Anna.
Tapi aku tidak dapat menemukan mereka?
“KEVIIINNN??! ANNAA!?!??”
Aku berteriak memanggil mereka
tapi hanya keheningan yang menjawabku. Aku sangat ketakutan bayangan itu masih
berada tepat di bawah perahu. Tapi aku harus mencari Kevin dan Anna? Kemana mereka?
Akhirnya aku mengambil google, mengikat tali di perahu kupegang dengan sangat
erat dan sekali lagi bercebur untuk melihat didalam air.
Air tampak agak keruh jarak
pandang ku juga terbatas. Dimana gerangan mereka? Dan apa sebenarnya bayangan
gelap besar dibawah perahu kami tadi? Aku tidak mau berlama-lama didalam air
dan segera naik ke permukaan. Tiba-tiba di ujung jarak pandangku aku
melihatnya. Ada gerakan yang menuju ke arahku. Itu lah dia, Makhluk itu sangat
besar dan tubuhnya panjang. Aku terkaget dan cepat-cepat menarik tali untuk
naik ke permukaan. Tapi mahkluk tersebut hanya melewatiku dan terus masuk ke
arah dasar danau.
Aku naik ke perahu dan sangat
ketakutan. Apa mereka dimakan makhluk tersebut?? Aku bingung bercampur
khawatir. Aku menangis, aku hanya berdiam di atas perahu ini. Banyak hal yang
masuk kedalam pikiranku. Kemudian perasaan takut kembali mendatangiku saat
bayangan dari dalam air itu kelihatan mengitari ku. Aku pun segera menunduk
memeluk kedua belah kakiku sambil menggigil ketakutan. Aku terus berdiam sampai
bayangan makhluk itu akhirnya mulai menghilang.
Hari sudah mulai menjelang malam.
Aku pun mencoba mengayuh kembali ke daratan. Didalam hati ku sangat sakit
menerima kenyataan kalau 2 temanku tersebut telah hilang.
Setelah sampai di daratan pandangan
ku mulai berat dan aku ambruk di tepi danau. Saat aku bangun, aku mendapati
diriku disuatu kamar dan aku masih merasakan sakit di kepalaku. Tidak lama
kemudian Duan masuk ke kamar ini dan kaget melihatku sudah sadar.
Ternyata aku ditemukan oleh Pak
Dani dan dibawa kerumah beliau. Orang tua ku juga ada disini. Semuanya
bersyukur aku selamat dan aku pun menceritakan semaunya kepada mereka. Saat kuceritakan
ada suatu makhluk di dasar danau tersebut para orang tua di desa ini tidak
terlalu membahas hal itu, sepertinya mereka tidak percaya dengan apa yang
kuceritakan. Lalu void day pun berlalu,
semua warga masih mencari Kevin dan Anna yang hilang di danau. Tapi mereka
tidak ditemukan dimanapun, begitu pula makhluk yang kuceritakan itu. Aku trauma
dengan kejadian tersebut sehingga sampai sekarang aku jadi takut berenang. Setelah
lulus, Aku dan keluargaku pun pindah ke kota.
Tahun demi tahun pun berganti,
kira-kita sudah 10 tahun berlalu. Aku kembali ke desa ku tersebut dan
mengunjungi Danau Div. Danau ini tetap tenang dan sepi seperti biasanya. Karena
kejadian orang hilang hampir terjadi tiap tahun akhirnya danau ini menjadi sepi.
Sesaat sebelum aku ingin kembali aku menengok sekali lagi ke Danau Div dan
melihat bayangan hitam di dalam danau itu bergerak. Saat itu aku tidak ingin
mengingat kembali kejadian kelam dulu dan hanya menganggap itu bayangan dari
awan.
=END=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar