Re; Enchant!
By Ramd
Influenced by
-Tales of Demon and God
-Gifting the Wonderful World with Blessings!
-Overlord
By Ramd
Influenced by
-Tales of Demon and God
-Gifting the Wonderful World with Blessings!
-Overlord
Prologue
Grandie City adalah kota sihir terbesar
di benua Dana. Terdapat sekolah sihir ditempat ini, yaitu Grandie Magic School (GMS). Sekolah nomor satu di bedua Dana. Semua
calon penyihir di daratan dana berkumpul belajar sihir di sekolah ini.
Kehidupan di benua ini tidak pernah terlepas dari sihir sampai aktifitas
kehidupan sehari-hari pun juga menggunakan sihir. Jadi sudah jadi fasilitas dalam
pemerintahan untuk mengajarkan dan mendidik penyihir berbakat agar kelak dapat
membantu pemerintahan dan pertahanan di kota itu sendiri.
Level penyihir atau biasa dibilang magician level ada beberapa tingkatannya.
Mage: magician tingkat pertama.
Menguasai sihir tingkat 1 sampai dengan 2. Wajib Tahun pertama GMS
Wizard/Priest: magician tingkat ke dua. Menguasai sihir sampai tingkat ke 6. Target Lulus dari GMS
High Wizard/High Priest: magician
tingkat ke tiga. Menguasai sihir sampai tingkat ke 9.
Arc-Wizard/Warlock/Sorcerer:
magician tingkat ke empat. Menguasai sihir tingkat 10. Sangat langka.
Tiap 'magician
level' memiliki 3 level tingkatan. Bagi magician yang mencapai level 3 berarti dia
sangat dekat dengan kenaikan ke tingkat magician level berikutnya. contohnya
bila seseorang telah mencapai tingkat Mage
lv3 maka dalam waktu dekat dia akan mencapai Wizard lv1. Kemudian setelah
dia mencapai magician level Wizard lv3
maka dia dalam beberapa waktu akan mencapai High Wizard lv1. Begitulah
seterusnya Semakin naik keatas semakin sulit dan lama prosesnya.
Semua magician di benua ini berlomba-lomba untuk
menyelesaikan dungeon yang bernama Babel. Tower yang menjulang tinggi yang
mana setiap lantainya di jaga oleh monster-monster ini terletak di antara 6 kota sihir. Tidak ada yang tahu
berapa sebenarnya jumlah lantai di Babel. Babel biasanya mengeluarkan monster
raid yang menyerang ke perkotaan sekitar. Itulah alasan para magician ditiap district
menyelesaikan dungeon di babel dan menghabisi semua monster yang ada di sana
karena serangan monster-monster membawa kerusakan, kehancuran, dan korban
dimana-mana.
---
Tahun 875. Grandie City diserang
banyak monster level 10. Level 10
adalah monster terkuat di Babel. Grandie City 90% disapu bersih oleh monster
lv10. Saat itu seorang Arc-Wizard
bernama Han Bareuf bertarung melawan
5 monster sekaligus. Kelelahan melawan monster sebanyak itu, Han menggunakan
sihir tingkat 10 “nilfheim” untuk membekukan seluruh monster. Tapi sebelum
sihir itu aktif tubuhnya ditembus oleh pedang Dreadknight monster lv10. Dia dilemparkan oleh Dreadknight dan saat
itu dia tahu kalau dirinya akan mati. Sebelum mati dia mengeluarkan legendary item “Divine-Spacial-Remover”
dan mengaktifkannya. Tiba-tiba cahaya yang sangat terang bersinar dari item
tersebut dan semua yang berada didekatnya ditelan lenyap oleh cahaya itu.
=== === ===
Re;
Enchant!
School’s Debut!
School’s Debut!
Volume 1
Chapter 1
Part 1
Chapter 1
Part 1
Tahun 750. Saat itu kelas untuk para magician
pemula sedang berlangsung. Hari itu adalah kelas practical battle (latih
tanding) antara sesama magician di Grandie Magic School (GMS). Tampak dilayar
yang sekarang akan bertanding adalah ‘Han vs Blodd’ di arena tersebut tampak
dikelilingi para murid yang antusias menonton pratical battle ini.
“Hahaha aku bertaruh
pasti Han akan kalah.”
“Iya sayang sekali
lawan nya adalah Blodd, salah satu keluarga bangsawan tertinggi di kota ini.”
Di Grandie City ini terdapat 4 keluarga bangsawan yang sangat
dihormati dan merupakan penghasil magician (penyihir) berbakat. Mereka adalah
Fiddler, Arkens, Runedt, dan Leons. Blodd Fiddler adalah salah seorang dari
keluarga bangsawan elit Fiddler. Di benua ini strata sosial sangat jelas dan
orang yang berada dibawah mereka tidak akan bisa bermimpi terlalu tinggi.
“Han memang ada
keturunan bangsawan. Tapi tingkat keluarganya adalah bangsawan paling bawah. Dan
keluarga Han tidak terlalu terpandang dikalangan para elit.”
“Blodd katanya sudah
bisa menggunakan sihir tingkat 3, bukankah itu berarti tahun depan dia akan
naik tingkat menjadi Wizard? wow”
“Itu Blodd Fiddler
memasuki arena!!”
“wowowowowoowwwww!!!”
Suara gemuruh dari arena menghujani tempat itu. Ketika Blodd
Fiddler memasuki arena semua sorakan dan tatapan tertuju padanya.
Dilain pihak Han sedang duduk di ruang persiapan sebelum
masuk ke arena. Saat itu dia hanya diam. Tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan cahaya.
Bufff!!!
“Akhh!!!!! Huh? Dimana
ini???”
Bingung dengan situasi disekelilingnya kemudian dia melihat
kearah cermin didepannya.
“aku…. kembali?”
Dia semakin bingung dengan wujudnya yang dia lihat di cermin.
Kemudian dia mulai mengingat hal terakhir yang dia lakukan sebelumnya.
“yess!!! Aku berhasil!!! Aku kembali!!! Tapi kenapa dengan
tubuh ini?”
“Apa ini efek dari
legendary item “Divine-spacial-remover”? aku menjadi muda kembali? Ini aku yang
berumur 15 tahun kan? Hmmm… Tapi tunggu dulu, tempat ini sepertinya tidak
terlalu asing”
=Baiklah sudah cukup
lama kita menunggu ayo kita panggil HAN BAREUF ke ARENAA=
“?!”
Han mendengar suara memanggil namanya dari luar ruangan ini.
Dia pun menuju suara yang memanggilnya tersebut. Akhirnya suara itu membawanya
ke arena pertarungan. Arena ini berukuran dan ketika melihat Blodd di dalam arena semua
ingatannya tentang hari itu mulai kembali padanya.
“Ternyata begitu, kalau
tidak salah hari ini practical battle ku melawan anak berambut merah ini. Namanya..
Blodd? hmm rasanya dulu dipertandingan ini aku kalah melawannya”
Han berjalan masuk ke Arena.
“Sebaiknya kau menyerah
Han! Aku tidak mau membuang waktu berhargaku hanya untuk latih tanding melawan
orang lemah sepertimu!”
Blodd berkata sambil memaki kepada Han.
“…… kepribadian burukmu
memang sudah teruji sih” Han bergumam pelan.
“APA KATAMU TADI??? KAU
MENGEJEKKU KAN??! Dasar orang rendahan! Akan kuberi kau pelajaran sekarang!
Biar kau tau dimana posisimu!!”
“ya ya ya ayo kita
mulai saja” Han
berkata sambil tersenyum.
=Baiklah pertarungan
practical battle Han VS Blodd!! STARRRTTTT!!!=
--------
Part 2
Sorak sorai penonton menelan arena bertanding ini. Kebanyakan
dari mereka adalah pendukung Blodd Fiddler. Waktu ini Han hanya dipandang
sebagai orang biasa. Berambut Hitam dan tinggi kurang lebih sama dengan Blodd.
Diantara para murid yang menonton juga hadir beberapa professor sihir setingkat
High Wizard menonton anak didik mereka.
“Terima ini!! Tier 2 Fire Ball!!” *Author’s note (AN):
tier = tingkat
Bola api besar langsung menyerang Han.
“sihir tingkat 2 ya?
Lumayan juga… Tier
2 Water’s Gate!... lho??” Han
sadar sihirnya tidak aktif dan kelabakan menghindari Fire ball dari Blodd.
Akhirnya sihir itu membakar sebagian belakang bajunya. Han dengan cepat
berguling-guling dilantai.
Sentak semua orang tertawa melihat kelakuan Han.
“hahaha!! Mau apa kau
Han?? Berlari seperti itu?? hahaha”
“Bagus Han!!! Kau
sekarang menjadi pelawak saja ketimbang penyihir!! hahahaha”
“hahahaha” tawa
menyelimuti arena ini.
Han jadi malu dengan tingkahnya sendiri. Dia lupa kalau
dirinya sekarang tidak lebih hanyalah magician tingkat 1, hanya seorang Mage lv1!
“Astaga apa aku
benar-benar pemalas saat ini, masih berada di Mage lv1? Jangan-jangan aku Cuma bisa menggunakan
sihir tier 1??!!”
“HAHAHA!! Cocok buat mu
HAN! Rendahan sepertimu lebih baik kembali saja ke keluarga buanganmu itu!”
Mendengar perkataan Blodd yang menghina keluarganya. Han
menjadi agak geram dan berpikir untuk memberi pelajaran pada Blodd.
Dikehidupnnya yang dulu dia memang kalah dengan Blodd saat practical ini. Tapi
sekarang dia telah terlahir kembali dengan memiliki pengetahuan Arc-Wizard di
kehidupan sebelumnya.
“sombong sekali, sihir
tier satu juga bisa mengalahkan bocah sombong sepertimu.”
“APA KATAMU??!!
KAUU?!!? Uggg dasar!!! rasakan ini!! Tier 2 Fire Slash!”
‘sihir utamanya adalah api. Sekarang aku hanya bisa
menggunakan tier 1. Kalau begitu pertama-tama aku harus membuka magic-circle ku
(lingkaran sihir)’
“Tier 1 Water!!” Han menggunakan sihir air dan air pun menyiram sebagian arena. Tapi
sihir ini tidak dapat melukai lawannya. “Tier 1 Double-steps!” dengan mudah Han bisa menghindari fire
slash.
“hmm jangan sombong
dulu bisa menghindari Fire Slash ku!! Rasakan ini Tier 2 Fire Breath!!”
Tapi Han tidak membiarkan Blodd mengeluarkan sihir itu dia
mendahului dengan menggunakan sihir juga.
“Tier 1 Spark!!”
“?!” Blodd melihat air
di kakinya menyala dan tiba-tiba…
Zzzttedarrr!!! Bzzttt bztt!!
Blodd tersengat listrik dari sihir Han. Seketika penonton pun
hening melihat hal itu. tapi kemudian meraka mulai bersorak lebih kencang dari
biasanya. Setelah melihat apa yang dilakukan oleh Han sebagian dari mereka
mulai ada yang menyorakinya.
“wow luar biasa dia
bisa menggunakan 2 element??”
“Awal yang Bagus Han!!!
Pertahankan!!”
“tingkat berapa anak
itu?”
“pemula Mage lv 1”
“Pemula Mage Lv 1 bisa
menggunakan 2 elemen? Siapa sebenarnya dia?” salah satu professor tertarik dengan apa yang
dilihatnya.
“Namanya Han Bareuf, ada
darah bangsawan. Tapi keluarga Bareuf tidak terlalu terkenal karena kebanyakan
dari mereka hanya bisa mencapai level Wizard lv1 dan kepala Klan Bareuf adalah
Wizard lv3”
“Hmm sayang sekali,
tapi sepertinya anak ini punya bakat. Sangat jarang aku melihat ada anak semuda ini
bisa menggunakan 2 element di tingkat Mage” Professor ini tampak tertarik
tapi ketertarikannya hanya sebatas rasa penasaran saja.
----
Part 3
Setelah Blodd tersengat listrik dia pun sedikit gosong dan
sadar akan apa yang telah dilakukan Han kepadanya dia menjadi sangat marah.
“Beraninya kau
membuatku menjadi bahan lelucon!!!! Tier 2 Fire Balls!!” 3 bola api menyerang ke arah Han.
Dengan menggunakan double-steps Han menghindari sihir itu
satu demi satu dan menggunakan sihir spark lagi ke genangan air di arena.
BZZTT!!!!!
“sihir itu tidak akan
mempan kedua kalinya”
pada saat bersamaan Blodd melompat dan menghindari spark. Tapi saat dia dekat
menyentuh lantai Han dengan segera mengaktifkan sihir nya.
“Tier 1 Freeze!!!”
Seketika genangan air diarena membeku dan Blodd yang baru
menyadari pijakannya berubah menjadi es tiba-tiba langsung terpeleset dan
terjatuh.
“WOWOWOWWWW!!!!”
Sorak-sorak penonton semakin menggebu melihat apa yang telah
terjadi didepan mereka. Sang professor yang melihat itu juga terkejut.
“3 elemen!??!? Anak itu
jenius!!!”
“Bagaimana mungkin??
Elemen air, petir, bahkan es!! Kita
telah menemukan anak yang sangat berbakat!!”
“cari informasi tentang
dia, semuanya! aku akan melatihnya!”
Para professor sangat senang dengan apa yang telah mereka
lihat dan temukan hari ini.
Blodd mencoba berdiri kembali tapi agak kesulitan karena
pijakan diarena membeku. Setelah dia mulai bisa berdiri dia terkejut dirinya
tersiram air. Kemudian dia melihat Han sudah bersiap mengeluarkan sihir
berikutnya.
“K..KAU??!!?”
“Tier 1 spark!”
Blreerrrzzz!!!
“siall tu.. tungguu…!!”
“Tier 1 spark!”
“akhhh!!!! Siall
HANN!!!!”
“Tier 1 spark!!!”
Blurrzzz!!!
Han tidak memberi sedikit waktupun untuk Blodd. Akhirnya Blodd
kakinya mulai tertekuk lutut.
Penonton semua tertegun melihat apa yang terjadi di dalam
arena. Mereka tidak menyangka seorang seperti Han bisa membuat bangsawan
seperti Blodd tertekuk lutut dihadapannya. Para pendukung Blodd yang dari tadi
menyemangatinya sekarang tertegun dengan apa yang telah di lakukan Han kepada
orang yang mereka dukung tersebut.
“Kuu … KURANG AJAR
HAAn!!!!!”
“Tier 1 spark!! Ukh!!!” ‘hah? Mana
ku habis???’ *AN: mana = energi sihir,
digunakan untuk mengaktifkan sihir.
“BAGUS SEKALI HAN, kau
sudah membuat ku malu disini! Kau harus membayarnya dengan nyawamu!!!”
“?!” ‘sial aku kehabisan mana disaat
begini’
“Tier 3 Flame Blast!!!”
“Astaga ternyata dia
sudah dapat menggunakan sihir tier 3??!!” Han sambil bepikir mencari cara untuk melawan sihir
itu.
Tapi sebelum sihir itu aktif suara bell waktu pertandingan
telah berbunyi. Artinya pertandingan telah berakhir. Dengan cepat para guru
melerai mereka dan menghentikan pertarungan.
=Tidak ada yang kalah
dan tidak ada yang menang!! Pertarungan berakhir SERI!!!!=
Sorak-sorai penonton membanjiri arena. Mereka sangat puas
dengan pertarungan sihir kali ini. Pandangan mereka pada Han mulai berubah
setelah melihat pertarungan hari ini.
“aa apa??? SIALL!!!!
HAN kau akan membayar semua ini!!!” Blodd tidak terima dengan hasil pertarungan seri.
“hufft syukurlah, aku
sudah kehabisan mana. haha”
Han sangat puas hari ini. Setelah terlahir kembali, dia tidak
akan membuang kesempatan kedua ini dan akan memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Saat Han berjalan keluar dari arena dia melihat kearah
penonton yang bersorak memanggil dia. Di antara para penonton, Han mengenali
seseorang yang tidak asing melihat kearah dia. Seketika melihat orang itu Han
mulai mengeluarkan air di matanya. Orang yang dia lihat itu adalah Rin Arkent.
Cewek remaja itu adalah kekasih Han dikehidupannya sebelum Han terbunuh oleh
Draedknigth. Di dunia Han sebelumnya Grandie City hampir hancur diserang para
monster. Saat itu Han Wizard lv3 dan Rin Priest lv3 bertarung bersama melawan
serangan para monster. Karena mereka saling berjuang bersama lama-kelamaan
mereka percaya satu sama lain dan akhirnya tumbuhlah cinta diantara mereka.
Mereka berbagi rasa, berbagi senang, darah, emosi, duka dan nasib. Tapi
kebahagian itu tidak berlangsung lama. Sebelum mereka menikah, Rin terbunuh
mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Han dari serangan tiba-tiba monster
lv8.
Tenggelam dalam kesedihan akhirnya Han membulatkan tekad dan
pergi berkelana. Terus bertambah kuat dan pengetahuannya semakin banyak. Akhirnya
dia mencapai tingkat Arc-Wizard. Usianya semakin bertambah tapi fisiknya tetap
tidak berubah karena semakin tinggi magician levelnya usianya juga jadi lebih
panjang. Setelah kembali ke Grandie City ternyata kota sudah hampir disapu rata
oleh monster lv10 Dreadknight. Dari sini lah dia berjuang kembali bertarung
melawan monster dan akhirnya mengaktifkan Divine-Spacial-Remover.
“Han? Kenapa dia
menangis?”
“eh iya aneh sekali?
Apa dia menangis karena dia menang? hahaha”
Penonton tertawa melihat tingkah Han tersebut. Rin kelihatan
bingung dengan apa yang dilihatnya.
‘Dia masih hidup disini. Rin saat ini belum mengenal ku
sepenuhnya. Saat ini dia hanya fokus berlatih untuk menjadi seorang elite di
keluarga Arkent. Tapi aku sudah terlahir kembali. Kali ini aku akan
melindunginya!’ itulah yang dipikirkan Han dalam benaknya.
Dengan pengetahuannya dikehidupan sebelumnya sebagai Arc-Wizard dia akan melakukan apapun
untuk bisa menyelamatkan Rin dan membersihkan setiap musuh yang kelak menyerang
Grandie City. Dan dalam benak Han kali ini dia harus cepat berlatih untuk
menjadi lebih kuat.
==== End of Chapter
1====
Tidak ada komentar:
Posting Komentar