Rabu, 20 Januari 2016

Re; Enchant! School's Debut Volume 1 Chapter 1



Re; Enchant!
By Ramd

Influenced by
-Tales of Demon and God
-Gifting the Wonderful World with Blessings!
-Overlord




Prologue


Grandie City adalah kota sihir terbesar di benua Dana. Terdapat sekolah sihir ditempat ini, yaitu Grandie Magic School (GMS). Sekolah nomor satu di bedua Dana. Semua calon penyihir di daratan dana berkumpul belajar sihir di sekolah ini. Kehidupan di benua ini tidak pernah terlepas dari sihir sampai aktifitas kehidupan sehari-hari pun juga menggunakan sihir. Jadi sudah jadi fasilitas dalam pemerintahan untuk mengajarkan dan mendidik penyihir berbakat agar kelak dapat membantu pemerintahan dan pertahanan di kota itu sendiri.


Level penyihir atau biasa dibilang magician level ada beberapa tingkatannya. 



Mage: magician tingkat pertama. Menguasai sihir tingkat 1 sampai dengan 2. Wajib Tahun pertama GMS

Wizard/Priest: magician tingkat ke dua. Menguasai sihir sampai tingkat ke 6. Target Lulus dari GMS
 
High Wizard/High Priest: magician tingkat ke tiga. Menguasai sihir sampai tingkat ke 9.
 
Arc-Wizard/Warlock/Sorcerer: magician tingkat ke empat. Menguasai sihir tingkat 10. Sangat langka.


Tiap 'magician level' memiliki 3 level tingkatan. Bagi magician yang mencapai level 3 berarti dia sangat dekat dengan kenaikan ke tingkat magician level berikutnya. contohnya bila seseorang telah mencapai tingkat Mage lv3 maka dalam waktu dekat dia akan mencapai Wizard lv1. Kemudian setelah dia mencapai magician level Wizard lv3 maka dia dalam beberapa waktu akan mencapai High Wizard lv1. Begitulah seterusnya Semakin naik keatas semakin sulit dan lama prosesnya.


Semua magician di benua ini berlomba-lomba untuk menyelesaikan dungeon yang bernama Babel. Tower yang menjulang tinggi yang mana setiap lantainya di jaga oleh monster-monster ini terletak di antara 6 kota sihir. Tidak ada yang tahu berapa sebenarnya jumlah lantai di Babel. Babel biasanya mengeluarkan monster raid yang menyerang ke perkotaan sekitar. Itulah alasan para magician ditiap district menyelesaikan dungeon di babel dan menghabisi semua monster yang ada di sana karena serangan monster-monster membawa kerusakan, kehancuran, dan korban dimana-mana.

---

Tahun 875. Grandie City diserang banyak monster level 10. Level 10 adalah monster terkuat di Babel. Grandie City 90% disapu bersih oleh monster lv10. Saat itu seorang Arc-Wizard bernama Han Bareuf bertarung melawan 5 monster sekaligus. Kelelahan melawan monster sebanyak itu, Han menggunakan sihir tingkat 10 “nilfheim” untuk membekukan seluruh monster. Tapi sebelum sihir itu aktif tubuhnya ditembus oleh pedang Dreadknight monster lv10. Dia dilemparkan oleh Dreadknight dan saat itu dia tahu kalau dirinya akan mati. Sebelum mati dia mengeluarkan legendary item “Divine-Spacial-Remover” dan mengaktifkannya. Tiba-tiba cahaya yang sangat terang bersinar dari item tersebut dan semua yang berada didekatnya ditelan lenyap oleh cahaya itu.


=== === ===


Re; Enchant!
School’s Debut!


Volume 1
Chapter 1
Part 1


Tahun 750. Saat itu kelas untuk para magician pemula sedang berlangsung. Hari itu adalah kelas practical battle (latih tanding) antara sesama magician di Grandie Magic School (GMS). Tampak dilayar yang sekarang akan bertanding adalah ‘Han vs Blodd’ di arena tersebut tampak dikelilingi para murid yang antusias menonton pratical battle ini.

“Hahaha aku bertaruh pasti Han akan kalah.”


“Iya sayang sekali lawan nya adalah Blodd, salah satu keluarga bangsawan tertinggi di kota ini.”


Di Grandie City ini terdapat 4 keluarga bangsawan yang sangat dihormati dan merupakan penghasil magician (penyihir) berbakat. Mereka adalah Fiddler, Arkens, Runedt, dan Leons. Blodd Fiddler adalah salah seorang dari keluarga bangsawan elit Fiddler. Di benua ini strata sosial sangat jelas dan orang yang berada dibawah mereka tidak akan bisa bermimpi terlalu tinggi.


“Han memang ada keturunan bangsawan. Tapi tingkat keluarganya adalah bangsawan paling bawah. Dan keluarga Han tidak terlalu terpandang dikalangan para elit.”


“Blodd katanya sudah bisa menggunakan sihir tingkat 3, bukankah itu berarti tahun depan dia akan naik tingkat menjadi Wizard? wow”


“Itu Blodd Fiddler memasuki arena!!”


“wowowowowoowwwww!!!”


Suara gemuruh dari arena menghujani tempat itu. Ketika Blodd Fiddler memasuki arena semua sorakan dan tatapan tertuju padanya. 


Dilain pihak Han sedang duduk di ruang persiapan sebelum masuk ke arena. Saat itu dia hanya diam. Tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan cahaya. 


Bufff!!!


“Akhh!!!!! Huh? Dimana ini???”


Bingung dengan situasi disekelilingnya kemudian dia melihat kearah cermin didepannya.


“aku…. kembali?”


Dia semakin bingung dengan wujudnya yang dia lihat di cermin. Kemudian dia mulai mengingat hal terakhir yang dia lakukan sebelumnya.


“yess!!! Aku berhasil!!! Aku kembali!!! Tapi kenapa dengan tubuh ini?”


“Apa ini efek dari legendary item “Divine-spacial-remover”? aku menjadi muda kembali? Ini aku yang berumur 15 tahun kan? Hmmm… Tapi tunggu dulu, tempat ini sepertinya tidak terlalu asing”


=Baiklah sudah cukup lama kita menunggu ayo kita panggil HAN BAREUF ke ARENAA=


“?!”


Han mendengar suara memanggil namanya dari luar ruangan ini. Dia pun menuju suara yang memanggilnya tersebut. Akhirnya suara itu membawanya ke arena pertarungan. Arena ini berukuran  dan ketika melihat Blodd di dalam arena semua ingatannya tentang hari itu mulai kembali padanya.


“Ternyata begitu, kalau tidak salah hari ini practical battle ku melawan anak berambut merah ini.  Namanya.. Blodd? hmm rasanya dulu dipertandingan ini aku kalah melawannya”


Han berjalan masuk ke Arena.


“Sebaiknya kau menyerah Han! Aku tidak mau membuang waktu berhargaku hanya untuk latih tanding melawan orang lemah sepertimu!” 

Blodd berkata sambil memaki kepada Han.


“…… kepribadian burukmu memang sudah teruji sih” Han bergumam pelan.


“APA KATAMU TADI??? KAU MENGEJEKKU KAN??! Dasar orang rendahan! Akan kuberi kau pelajaran sekarang! Biar kau tau dimana posisimu!!”


“ya ya ya ayo kita mulai saja” Han berkata sambil tersenyum


=Baiklah pertarungan practical battle Han VS Blodd!! STARRRTTTT!!!=

--------


Part 2

Sorak sorai penonton menelan arena bertanding ini. Kebanyakan dari mereka adalah pendukung Blodd Fiddler. Waktu ini Han hanya dipandang sebagai orang biasa. Berambut Hitam dan tinggi kurang lebih sama dengan Blodd. Diantara para murid yang menonton juga hadir beberapa professor sihir setingkat High Wizard menonton anak didik mereka.


“Terima ini!! Tier 2 Fire Ball!!*Author’s note (AN): tier = tingkat

Bola api besar langsung menyerang Han. 


“sihir tingkat 2 ya? Lumayan juga… Tier 2 Water’s Gate!... lho??” Han sadar sihirnya tidak aktif dan kelabakan menghindari Fire ball dari Blodd. Akhirnya sihir itu membakar sebagian belakang bajunya. Han dengan cepat berguling-guling dilantai.


Sentak semua orang tertawa melihat kelakuan Han.


“hahaha!! Mau apa kau Han?? Berlari seperti itu?? hahaha”


“Bagus Han!!! Kau sekarang menjadi pelawak saja ketimbang penyihir!! hahahaha”


“hahahaha” tawa menyelimuti arena ini.


Han jadi malu dengan tingkahnya sendiri. Dia lupa kalau dirinya sekarang tidak lebih hanyalah magician tingkat 1, hanya seorang Mage lv1!


“Astaga apa aku benar-benar pemalas saat ini, masih berada di Mage lv1? Jangan-jangan aku Cuma bisa menggunakan sihir tier 1??!!”


“HAHAHA!! Cocok buat mu HAN! Rendahan sepertimu lebih baik kembali saja ke keluarga buanganmu itu!”


Mendengar perkataan Blodd yang menghina keluarganya. Han menjadi agak geram dan berpikir untuk memberi pelajaran pada Blodd. Dikehidupnnya yang dulu dia memang kalah dengan Blodd saat practical ini. Tapi sekarang dia telah terlahir kembali dengan memiliki pengetahuan Arc-Wizard di kehidupan sebelumnya.


“sombong sekali, sihir tier satu juga bisa mengalahkan bocah sombong sepertimu.”


“APA KATAMU??!! KAUU?!!? Uggg dasar!!! rasakan ini!! Tier 2 Fire Slash!”


‘sihir utamanya adalah api. Sekarang aku hanya bisa menggunakan tier 1. Kalau begitu pertama-tama aku harus membuka magic-circle ku (lingkaran sihir)’  


“Tier 1 Water!! Han menggunakan sihir air dan air pun menyiram sebagian arena. Tapi sihir ini tidak dapat melukai lawannya. “Tier 1 Double-steps!” dengan mudah Han bisa menghindari fire slash. 


“hmm jangan sombong dulu bisa menghindari Fire Slash ku!! Rasakan ini Tier 2 Fire Breath!!”

Tapi Han tidak membiarkan Blodd mengeluarkan sihir itu dia mendahului dengan menggunakan sihir juga. 


“Tier 1 Spark!!


“?!” Blodd melihat air di kakinya menyala dan tiba-tiba…


Zzzttedarrr!!! Bzzttt bztt!!


Blodd tersengat listrik dari sihir Han. Seketika penonton pun hening melihat hal itu. tapi kemudian meraka mulai bersorak lebih kencang dari biasanya. Setelah melihat apa yang dilakukan oleh Han sebagian dari mereka mulai ada yang menyorakinya.


“wow luar biasa dia bisa menggunakan 2 element??”


“Awal yang Bagus Han!!! Pertahankan!!”


“tingkat berapa anak itu?”


“pemula Mage lv 1”


“Pemula Mage Lv 1 bisa menggunakan 2 elemen? Siapa sebenarnya dia?” salah satu professor tertarik dengan apa yang dilihatnya.


“Namanya Han Bareuf, ada darah bangsawan. Tapi keluarga Bareuf tidak terlalu terkenal karena kebanyakan dari mereka hanya bisa mencapai level Wizard lv1 dan kepala Klan Bareuf adalah Wizard lv3” 


“Hmm sayang sekali, tapi sepertinya anak ini punya bakat. Sangat jarang aku melihat ada anak semuda ini bisa menggunakan 2 element di tingkat Mage” Professor ini tampak tertarik tapi ketertarikannya hanya sebatas rasa penasaran saja.


----


Part 3

Setelah Blodd tersengat listrik dia pun sedikit gosong dan sadar akan apa yang telah dilakukan Han kepadanya dia menjadi sangat marah. 


“Beraninya kau membuatku menjadi bahan lelucon!!!! Tier 2 Fire Balls!!” 3 bola api menyerang ke arah Han.


Dengan menggunakan double-steps Han menghindari sihir itu satu demi satu dan menggunakan sihir spark lagi ke genangan air di arena.


BZZTT!!!!!


“sihir itu tidak akan mempan kedua kalinya” pada saat bersamaan Blodd melompat dan menghindari spark. Tapi saat dia dekat menyentuh lantai Han dengan segera mengaktifkan sihir nya.


“Tier 1 Freeze!!!


Seketika genangan air diarena membeku dan Blodd yang baru menyadari pijakannya berubah menjadi es tiba-tiba langsung terpeleset dan terjatuh.


“WOWOWOWWWW!!!!”


Sorak-sorak penonton semakin menggebu melihat apa yang telah terjadi didepan mereka. Sang professor yang melihat itu juga terkejut.


“3 elemen!??!? Anak itu jenius!!!”


“Bagaimana mungkin?? Elemen air, petir, bahkan es!!  Kita telah menemukan anak yang sangat berbakat!!”


“cari informasi tentang dia, semuanya! aku akan melatihnya!”


Para professor sangat senang dengan apa yang telah mereka lihat dan temukan hari ini.


Blodd mencoba berdiri kembali tapi agak kesulitan karena pijakan diarena membeku. Setelah dia mulai bisa berdiri dia terkejut dirinya tersiram air. Kemudian dia melihat Han sudah bersiap mengeluarkan sihir berikutnya.


“K..KAU??!!?”


Tier 1 spark!”


Blreerrrzzz!!!


“siall tu.. tungguu…!!”


“Tier 1 spark!”


“akhhh!!!! Siall HANN!!!!”


“Tier 1 spark!!!”


Blurrzzz!!! 


Han tidak memberi sedikit waktupun untuk Blodd. Akhirnya Blodd kakinya mulai tertekuk lutut.


Penonton semua tertegun melihat apa yang terjadi di dalam arena. Mereka tidak menyangka seorang seperti Han bisa membuat bangsawan seperti Blodd tertekuk lutut dihadapannya. Para pendukung Blodd yang dari tadi menyemangatinya sekarang tertegun dengan apa yang telah di lakukan Han kepada orang yang mereka dukung tersebut.


“Kuu … KURANG AJAR HAAn!!!!!”


“Tier 1 spark!! Ukh!!!” ‘hah? Mana ku habis???’ *AN: mana = energi sihir, digunakan untuk mengaktifkan sihir.


“BAGUS SEKALI HAN, kau sudah membuat ku malu disini! Kau harus membayarnya dengan nyawamu!!!”


“?!” ‘sial aku kehabisan mana disaat begini’


“Tier 3 Flame Blast!!!”


“Astaga ternyata dia sudah dapat menggunakan sihir tier 3??!!” Han sambil bepikir mencari cara untuk melawan sihir itu.


Tapi sebelum sihir itu aktif suara bell waktu pertandingan telah berbunyi. Artinya pertandingan telah berakhir. Dengan cepat para guru melerai mereka dan menghentikan pertarungan.


=Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang!! Pertarungan berakhir SERI!!!!=


Sorak-sorai penonton membanjiri arena. Mereka sangat puas dengan pertarungan sihir kali ini. Pandangan mereka pada Han mulai berubah setelah melihat pertarungan hari ini.


“aa apa??? SIALL!!!! HAN kau akan membayar semua ini!!!” Blodd tidak terima dengan hasil pertarungan seri.


“hufft syukurlah, aku sudah kehabisan mana. haha”
 

Han sangat puas hari ini. Setelah terlahir kembali, dia tidak akan membuang kesempatan kedua ini dan akan memanfaatkannya semaksimal mungkin.


Saat Han berjalan keluar dari arena dia melihat kearah penonton yang bersorak memanggil dia. Di antara para penonton, Han mengenali seseorang yang tidak asing melihat kearah dia. Seketika melihat orang itu Han mulai mengeluarkan air di matanya. Orang yang dia lihat itu adalah Rin Arkent. Cewek remaja itu adalah kekasih Han dikehidupannya sebelum Han terbunuh oleh Draedknigth. Di dunia Han sebelumnya Grandie City hampir hancur diserang para monster. Saat itu Han Wizard lv3 dan Rin Priest lv3 bertarung bersama melawan serangan para monster. Karena mereka saling berjuang bersama lama-kelamaan mereka percaya satu sama lain dan akhirnya tumbuhlah cinta diantara mereka. Mereka berbagi rasa, berbagi senang, darah, emosi, duka dan nasib. Tapi kebahagian itu tidak berlangsung lama. Sebelum mereka menikah, Rin terbunuh mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Han dari serangan tiba-tiba monster lv8. 


Tenggelam dalam kesedihan akhirnya Han membulatkan tekad dan pergi berkelana. Terus bertambah kuat dan pengetahuannya semakin banyak. Akhirnya dia mencapai tingkat Arc-Wizard. Usianya semakin bertambah tapi fisiknya tetap tidak berubah karena semakin tinggi magician levelnya usianya juga jadi lebih panjang. Setelah kembali ke Grandie City ternyata kota sudah hampir disapu rata oleh monster lv10 Dreadknight. Dari sini lah dia berjuang kembali bertarung melawan monster dan akhirnya mengaktifkan Divine-Spacial-Remover.


“Han? Kenapa dia menangis?”


“eh iya aneh sekali? Apa dia menangis karena dia menang? hahaha”


Penonton tertawa melihat tingkah Han tersebut. Rin kelihatan bingung dengan apa yang dilihatnya.

‘Dia masih hidup disini. Rin saat ini belum mengenal ku sepenuhnya. Saat ini dia hanya fokus berlatih untuk menjadi seorang elite di keluarga Arkent. Tapi aku sudah terlahir kembali. Kali ini aku akan melindunginya!’ itulah yang dipikirkan Han dalam benaknya.


Dengan pengetahuannya dikehidupan sebelumnya sebagai Arc-Wizard dia akan melakukan apapun untuk bisa menyelamatkan Rin dan membersihkan setiap musuh yang kelak menyerang Grandie City. Dan dalam benak Han kali ini dia harus cepat berlatih untuk menjadi lebih kuat.


==== End of Chapter 1====

Tidak ada komentar:

Posting Komentar