sebuah cerpen
By Wigar
2 Agustus 2013
Siang hari ini aku harus menuju kampus untuk konsultasi findings skripsiku dengan Bu Calla, haha, kalau menyebut namanya aku selalu teringat sebuah bunga lily cantik yang keseluruhannya beracun. memang sesuai sih dengan namanya, cantik, tapi...has an ability to kill.
Salah satu orang yang sangat tidak suka dengan beliau adalah pacarku, Dian. tentu saja karena kecantikannya yang membuat hampir semua perempuan di kampusku iri.
"Kamu konsultasinya jangan lama² ya... cepet kesini lagi kalo udah selesai!" dengan nada kesalnya yang justru membuatku suka.
"Okee, lagian mau ngapain jugasih lama² disana, kalo disini lebih enak" balasku dengan nada menggoda untuk membuat Dian tersenyum.
Aku dan Dian sudah berpacaran cukup lama, tahun ini kami memasuki usia 6 tahun berpacaran yang jatuh pada tanggal 3 Agustus. tanpa absen setiap hari aku menjumpai kekasihku yang manis ini, kami warga asli kota Bogor dan rumah kami pun cukup dekat, jadi hampir tidak ada alasan untukku tidak menemuinya seharipun.
Aku tinggal dirumah pamanku sejak orangtuaku menjadi korban kecelakan pesawat Sukhoi Superjet 100 pada 9 mei tahun lalu, jarak dari rumah pamanku ke kampus hanya dibatasi oleh lapangan sepak bola dan pekarangan kuburan yang cukup luas. satu-satunya hal yang membuatku jengkel ketika melewati pekarangan kuburan ini adalah Pak Warno, seorang penjaga kuburan yang tidak pernah keluar pekarangan, tidak ramah, dan hanya bisa tersenyum hanya jika diberi uang tip oleh pengunjung.
"Permisi pak , numpang lewat lagi, hehe." sapaku sepulang dari kampus melewati gerbang kuburan yang dijaga oleh Pak Warno.
"Kuliah yang bener!, kerja!, cari duit yang banyak!, tanah kuburan udah mahal nih sekarang!, anak aneh!" balasnya setengah berteriak, terdengar seperti aku sedang berhutang banyak padanya.
"Kuliah rajin-rajin, ujung-ujungnya masuk ketanah juga" tambahnya bergumam.
Aku hanya bisa merengut kesal sembari melanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan Dian.
"Huaaahh....males bgt nih, Bu Calla kaya ngindarin aku terus, susah bgt ditemuinnya" keluhku kepada Dian saat aku menjumpainya.
"Yaudah positive thinking aja, mungkin emang lagi sibuk, lagian udah mau weekend nih!, jangan lesuh doong!" balasnya mencoba menghiburku.
"Hhi, oke oke, makasih sayaaang, btw, kamu besok mau dibawain apa pas anniversary kita?" pertanyaanku yang sebenarnya aku sudah bisa menebak jawabannya.
"Nah gitu doong :)", "hmm...apa ya?, aku maunya kamu!, gimana?"
"Yah jangan dong, aku kan cuma satu...hmm tp maaf ya yan, mungkin aku cuma biasa ngasih kaya biasanya" melasku meminta maaf, memang semenjak ditinggal orangtuaku, uang dan tabunganku menjadi sangat minim, kalau saja aku punya uang yang banyak, mungkin aku bisa tinggal bersebelah dengan Dian sekarang, hahahaha.
"Iya ggapapako...yang penting besok kesini ya!"
"Okeee."
.....................................
3 Agustus 2013
Sore hari ini aku pergi ke toko "Yasmin Florist" untuk membeli white rose kesukaan Dian, dan membeli air botol disebelah toko bunga disebrang lapangan. Dian memang sangat suka dengan mawar, bau harumnya yang manis dan bentuknya yang seksi memang wajar membuat banyak orang menyukainya.
Tidak langsung aku menemuinya, aku mengulur waktu sampai malam hari, sengaja, agar membuat Dian merasa kesal.
"Haii......!!!" sapaku dengan tersenyum.
"Gausah senyum² kalo sengaja dateng telat!,....kenapa malem banget sih kesininya, aku nungguin lamaaaaaa.....bgt lho!" balasnya ngambek.
"Abis kamu kalo ngambek ngegemesin sih!, nih aku bawain mawar putih kesukaan kamu, jangan sampe diambil orang lagi ya!, soalnya tadi tinggal satu di tokonya."
"Horee....makasih yaaa.....", "Yang, kamu malem ini nginep lagi dong disini, temenin aku, pliiiisss!!!."
"Iya sama-sama", "hahahaha, akusih mau banget, tapi kamu inget kan tahun lalu waktu aku nginep pas pertama kali kamu pindah kesini, Pak Warno tiba² dateng bawa sapu terbangnya Harry Potter ngusir aku, hahaha."
Kami pun menghabiskan malam minggu ini dengan tertawa bersama hingga larut, sebelum Pak Warno datang tentunya.
END
12 Februari 2016
Wigar
email : wigarwijaya@gmail.com
ooh ini tuh semacem riddle ya?
BalasHapusbenar sekali
Hapus